![]() |
| Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meminta seluruh aparatur sipil negara segera menyesuaikan diri dengan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang mulai diberlakukan. Adaptasi dinilai penting agar pelayanan publik tidak tersendat di tengah dinamika pemerintahan dan kondisi kebencanaan.
Pesan itu disampaikan Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal, saat memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, Senin, 19 Januari 2026. Ia mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Faozal menegaskan, perubahan SOTK bukan sekadar urusan struktur, melainkan menuntut kesiapan mental dan profesionalisme ASN, khususnya di organisasi perangkat daerah yang mengalami penyesuaian.
“ASN harus cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan tanggung jawab baru,” ujarnya.
Ia juga mengakui masih ada OPD yang belum didukung fasilitas memadai. Pemerintah Provinsi NTB, kata Faozal, terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan merata.
Di luar persoalan birokrasi, Faozal menyoroti kondisi kebencanaan yang melanda NTB dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Provinsi telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga sebesar Rp16 miliar untuk menangani dampak banjir dan angin puting beliung di lima daerah, yakni Bima, Dompu, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur.
Menurut Faozal, anggaran tersebut merupakan bentuk kehadiran negara saat warga menghadapi situasi darurat. “Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik, terutama saat masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Upacara Hari Kesadaran Nasional ditutup dengan penyerahan tabungan masa tua kepada ASN yang memasuki masa purna tugas. Penyerahan itu menjadi simbol penghargaan atas pengabdian panjang para abdi negara yang telah menutup masa baktinya di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. (Fd)
