
Perayaan Isra' Mi'raj 1447 H di Masjid Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram (Dok. Diskominfotik NTB)
Mataram (Kilasntb.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di NTB harus dimaknai sebagai ujian yang hanya bisa dihadapi dengan solidaritas dan kebersamaan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Raya Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, Kamis (15/1).
Iqbal menyebutkan, musibah banjir yang terjadi di beberapa daerah tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga mengganggu aktivitas pendidikan dan perekonomian warga. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menguatkan, baik melalui bantuan langsung maupun dukungan moral.
“Allah tidak akan membebani hamba-Nya di luar kemampuannya. Bencana ini adalah ujian yang hanya bisa kita hadapi dengan solidaritas dan kebersamaan,” ujar Iqbal.
Menurutnya, empati kepada korban bencana dapat dimulai dari hal paling sederhana, yakni doa, sembari mendorong agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan cepat dan terkoordinasi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti faktor kerusakan lingkungan sebagai penyebab berulangnya bencana. Ia menegaskan pentingnya menghentikan praktik perusakan hutan serta menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam menjaga alam.
“Kerusakan lingkungan yang kita lakukan hari ini akan kembali kepada kita dalam bentuk bencana di kemudian hari. Tidak ada pilihan lain selain memperbaiki dan menghijaukan kembali lingkungan,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat NTB menjadikan momentum Isra’ Mi’raj sebagai titik balik untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan, demi mengurangi risiko bencana di masa depan. (Fd)