![]() |
| Peresmian dua Vihara di Lombok Utara oleh Gubernur NTB (Dok. Diskominfotik NTB) |
Lombok Utara (Kilasntb.com) — Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal meresmikan Purna Pugar Vihara Sutta Dhamma dan Vihara Sasana Giri di Desa Lenek, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (8/1). Peresmian dua vihara itu menegaskan posisi Lombok Utara sebagai salah satu kantong toleransi beragama yang menonjol di NTB.
Desa Lenek tercatat sebagai penyumbang bhikkhu terbanyak dari satu desa di Indonesia. Lebih dari 40 bhikkhu dan calon bhikkhu berasal dari desa ini dan telah mengabdi di berbagai wilayah Tanah Air. Capaian tersebut menjadikan Lenek mendapat perhatian khusus dalam tubuh Sangha Buddha Indonesia.
Dalam sambutannya, Iqbal menekankan bahwa kehadirannya di acara peresmian vihara merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ia menyebut keadilan sebagai tolok ukur utama kepemimpinan.
“Dalam Islam, keadilan adalah parameter kepemimpinan. Ketika keadilan hilang, maka hilang pula esensi kepemimpinan,” kata Iqbal.
Menurut dia, negara termasuk pemerintah daerah, harus hadir secara setara bagi seluruh umat beragama. “Sebagaimana kami menyayangi umat Islam, kami juga ingin menyayangi umat Buddha, Hindu, Kristiani, dan seluruh umat beragama lainnya,” ujarnya.
Iqbal juga menautkan kondisi rumah ibadah dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Ia menilai vihara yang kini berdiri megah di Lenek mencerminkan kemajuan sosial masyarakat setempat. “Ini bukan sekadar bangunan keagamaan, tapi simbol kemajuan,” katanya.
Ia menambahkan, vihara tidak hanya berfungsi sebagai ruang spiritual, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial, budaya, bahkan ekonomi warga sekitar.
Gubernur NTB itu juga menyoroti kuatnya toleransi di Kabupaten Lombok Utara. Ia menyebut wilayah ini sebagai daerah yang relatif aman dan terbuka, di mana perbedaan keyakinan tidak menjadi sumber konflik. Iqbal mengibaratkan Indonesia sebagai mozaik yang justru indah karena keberagamannya.
Di hadapan umat Buddha, Iqbal turut mengumumkan rencana pembangunan di Lombok Utara, termasuk menghadirkan salah satu universitas negeri serta pembangunan gelanggang olahraga (GOR) dalam waktu dekat.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Sangha Agung Indonesia, Khemacera Mahathera, menyatakan Desa Lenek telah mencatat rekor nasional sebagai desa dengan jumlah bhikkhu dan calon bhikkhu terbanyak.
“Ini pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya, seraya mengapresiasi dukungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Ketua Panitia Purna Pugar, Barsingan Purnabhuga, mengatakan renovasi vihara dilakukan karena bangunan lama tak lagi memadai. Proses pembangunan berlangsung sekitar enam bulan dengan anggaran Rp900 juta yang sebagian besar berasal dari swadaya masyarakat.
Peresmian dua vihara ini mempertegas Lombok Utara sebagai ruang hidup toleransi, sekaligus menjadi cermin bagaimana relasi negara dan umat beragama dapat berjalan berdampingan tanpa sekat. (Red)
