Lansia Terseret Arus Sungai Melau, Ditemukan Meninggal di Pantai Gading

Evakuasi jenazah warga Dusun Mapasan Desa Serage Lombok Tengah di Pantai Gading Kota Mataram (Dok. SAR Mataram)

Mataram (Kilasntb.com) – Pencarian Pawan (69), warga Dusun Mapasan, Desa Serage, Lombok Tengah, yang hilang terseret arus Sungai Melau sejak Selasa (20/01), berakhir tragis. Jenazah korban ditemukan di tepi Pantai Gading, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, pada Kamis (22/01) pagi.

Kejadian bermula saat Pawan meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WITA. Warga yang menemukan jejak kaki dan pakaian korban di tepi sungai segera melapor ke Unit Siaga SAR Mandalika melalui BPBD Lombok Tengah.

 “Kami langsung menurunkan tim untuk mencari di sepanjang sungai hingga muara,” ujar Bustanil, Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Mataram.

Operasi pencarian melibatkan TNI, Polri, Damkar, BPBD Lombok Tengah, Unit SAR Lombok Timur, dan masyarakat setempat. Tim SAR melakukan penyisiran intensif selama dua hari, mengingat arus Sungai Melau yang deras dan cuaca ekstrem yang sempat melanda NTB pekan ini.

Korban akhirnya ditemukan oleh warga di tepi Pantai Gading dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi. Setelah dikonfirmasi pihak keluarga, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bagi lansia, terutama ketika berada di dekat sungai atau lokasi rawan arus deras. Risiko alam yang meningkat akibat cuaca ekstrem membuat keselamatan lansia semakin rentan, dan peran keluarga serta lingkungan menjadi krusial untuk mencegah kejadian serupa.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR secara resmi ditutup, meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat setempat. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama