Arus Kedatangan ke Lombok Naik 20 Persen Jelang Lebaran

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut pada Ahad, 15 Maret 2026 (Dok. Diskominfotik NTB)

Lombok Barat (Kilasntb.com) — Arus kedatangan penumpang dan kendaraan ke Pulau Lombok melalui Pelabuhan Lembar mengalami kenaikan sekitar 20 persen menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Kenaikan tersebut terpantau saat Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, meninjau langsung aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut pada Ahad, 15 Maret 2026. Berdasarkan laporan pengelola pelabuhan, peningkatan terjadi pada pergerakan barang, kendaraan, serta penumpang yang masuk ke Pulau Lombok.

Lonjakan paling terlihat pada kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah. Sebagian besar arus kedatangan tersebut berasal dari jalur penyeberangan Pelabuhan Padangbai menuju Lembar.

Iqbal mengatakan peningkatan arus kedatangan ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan oleh pengelola pelabuhan dan operator penyeberangan.

“Arus kedatangan ke Lombok meningkat sekitar 20 persen. Peningkatan ini terutama berasal dari kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi dari Bali,” kata Iqbal di sela peninjauan.

Menurut dia, arus keberangkatan dari Lombok menuju Bali hingga saat ini masih relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan yang berarti. Pemerintah daerah memperkirakan peningkatan arus keluar dari Lombok baru akan terjadi setelah Hari Raya Idulfitri, bersamaan dengan dimulainya arus balik.

“Untuk arus keluar dari Lombok masih normal. Biasanya lonjakan justru terjadi setelah Lebaran ketika masyarakat mulai kembali ke daerah asalnya,” ujar Iqbal.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyesuaikan pengaturan lalu lintas penyeberangan dengan kebijakan yang berlaku di Bali. Penyeberangan dari Lombok menuju Bali akan ditutup sementara pada 18 Maret hingga pukul 09.00, dan kembali dibuka pada 20 Maret pukul 04.00 dini hari.

Sementara itu, penyeberangan dari arah Bali menuju Lombok dijadwalkan mulai ditutup pada 19 Maret. Kebijakan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan keagamaan di Bali.

Pemprov NTB menyatakan terus berkoordinasi dengan operator pelabuhan dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran arus penyeberangan selama masa angkutan Lebaran. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama