Bandara Lombok dan Mandalika Disiapkan Jadi Motor Sportainment NTB

(Sumber. Instagram)

Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memacu pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok Airport) seiring pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika sebagai destinasi sportainment kelas dunia. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi daerah berbasis pariwisata, investasi, dan inovasi layanan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai bandara tidak lagi sekadar simpul transportasi, tetapi etalase kemajuan daerah. Karena itu, ia mendorong perbaikan fisik terminal, pembaruan teknologi bagasi, hingga penataan ruang tunggu agar wisatawan, terutama penumpang transit merasa nyaman dan betah.

“Bandara adalah pintu pertama yang dilihat orang ketika datang ke NTB. Kalau bandara nyaman, kesan pertama terhadap daerah juga positif,” kata Iqbal, Rabu, 4 Februari 2026.

Inovasi juga dilakukan melalui pembaruan Masterplan Mandalika 2026. Kawasan seluas 1.175 hektare itu dikembangkan dengan konsep berkelanjutan, di mana hampir sepertiga wilayahnya menjadi area non-developable dan ruang terbuka hijau publik. Mandalika tidak hanya dibangun untuk event olahraga internasional, tetapi juga sebagai kawasan hidup yang terintegrasi dengan budaya, alam, dan ekonomi lokal.

Masterplan baru membagi Mandalika ke dalam sejumlah distrik tematik, mulai dari Circuit District, Marina West, hingga Mandalika Central Park. Di kawasan ini disiapkan sirkuit internasional, hotel dan resort, pusat MICE, lapangan golf, hingga ruang publik yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru masyarakat.

Di sisi bandara, inovasi layanan juga didorong melalui rencana kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta. Pemerintah bahkan menyiapkan kendaraan listrik sebagai bagian dari konsep bandara ramah lingkungan.

Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, menyatakan dukungannya terhadap transformasi Lombok dan Mandalika. Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan penguatan bandara dan destinasi harus berjalan bersamaan agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan daerah.

“InJourney membangun ekosistem pariwisata dari hulu ke hilir. Bandara, destinasi, UMKM, hingga layanan pendukung harus tumbuh bersama,” ujar Maya.

Saat ini Lombok Airport menunjukkan pemulihan ekonomi yang signifikan. Sepanjang 2025, pergerakan penumpang telah melampaui 80 persen dari masa sebelum pandemi. Sektor kargo bahkan tumbuh lebih dari 130 persen, didorong e-commerce, logistik event internasional, dan komoditas perikanan NTB.

Dengan kapasitas terminal 7 juta penumpang per tahun dan kemampuan melayani pesawat berbadan lebar, Lombok Airport kini diposisikan sebagai hub pariwisata dan logistik Indonesia Timur. Penguatan konektivitas ke Singapura, Malaysia, dan rencana pembukaan rute Darwin, Australia, memperluas akses pasar global bagi NTB.

Ke depan, kawasan bandara hingga Selaparang Area akan dikembangkan sebagai pusat kreatif, sportainment, logistik, dan UMKM. Pemerintah berharap strategi ini menjadikan bandara dan Mandalika bukan hanya simbol pariwisata, tetapi juga motor inovasi dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama