Dari Layar Digital ke Ruang Perawatan, Transformasi RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Percepat Layanan Pasien

RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram (Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) — Di ruang layanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, perubahan terasa sejak pasien pertama datang hingga meninggalkan rumah sakit. Sistem antrean digital, rekam medis elektronik, hingga respons darurat berbasis teknologi menjadi wajah baru pelayanan kesehatan yang kini semakin cepat dan terintegrasi.

Transformasi tersebut mengantarkan rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram ini meraih TOP BUMD Awards 2026 kategori BLUD–RSUD Bintang 4. Pengakuan nasional itu menandai penguatan layanan kesehatan, tata kelola, dan kinerja keuangan yang dinilai terus meningkat.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati menuturkan, perubahan layanan dilakukan secara menyeluruh dengan menempatkan keselamatan dan kenyamanan pasien sebagai prioritas utama.

“Kami terus berinovasi agar pelayanan kesehatan lebih cepat, aman, dan profesional. Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus efisiensi operasional,” ujarnya.

Di ruang instalasi gawat darurat, misalnya, sistem emergency button memungkinkan tenaga medis merespons pasien dalam hitungan menit. Sementara di poli rawat jalan, rekam medis elektronik mempercepat proses pemeriksaan karena data pasien telah terintegrasi dalam satu sistem.

Digitalisasi juga menyentuh sistem manajemen internal. Pengelolaan keuangan, mutu layanan, hingga manajemen risiko kini dilakukan secara terintegrasi, sehingga memudahkan pengambilan keputusan dan meningkatkan akuntabilitas.

Tak hanya pada layanan klinis, inovasi juga diterapkan dalam pengelolaan limbah medis. Melalui sistem berbasis elektronik, volume limbah medis berhasil ditekan hingga 25 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional dan menjaga standar kesehatan lingkungan rumah sakit.

Di sisi layanan unggulan, RSUD H. Moh. Ruslan mengembangkan poli tumbuh kembang anak, unit transfusi darah, serta sistem respons cepat untuk penanganan serangan jantung dan stroke. Penanganan stroke di rumah sakit ini bahkan meraih pengakuan internasional Diamond Status dari World Stroke Organization.

Peningkatan layanan berdampak pada kepercayaan masyarakat. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan pasien terus meningkat, dengan rawat inap mencapai 20.631 pasien dan rawat jalan 243.375 pasien. Skor kepuasan pelanggan pun menembus 96,14, melampaui target yang ditetapkan.

Dari sisi keuangan, kinerja rumah sakit menunjukkan tren pertumbuhan stabil. Pendapatan meningkat dari Rp195,48 miliar pada 2021 menjadi Rp265,19 miliar pada 2025. Realisasi tersebut bahkan melampaui target tahunan, mencerminkan efisiensi dan optimalisasi layanan yang berjalan beriringan.

Kontribusi RSUD H. Moh. Ruslan terhadap daerah juga signifikan. Sekitar 20–30 persen Pendapatan Asli Daerah Kota Mataram berasal dari rumah sakit ini, menjadikannya salah satu penopang penting sektor kesehatan dan ekonomi daerah.

Menurut dr. Eka, capaian tersebut bukan akhir, melainkan pijakan untuk penguatan layanan kesehatan yang lebih modern dan responsif. Ia menegaskan komitmen rumah sakit untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis inovasi yang berorientasi pada keselamatan pasien.

“Kami ingin masyarakat merasakan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas. Transformasi ini akan terus kami perkuat agar rumah sakit mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang,” katanya. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama