Inovasi Teknologi Lingkungan RSUD H. Moh. Ruslan, Tempah Dedoro Jadi Model Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

(Dok. RSUD H.Moh Ruslan Mataram)

Mataram (Kilasntb.com) — Rumah Sakit Umum Daerah RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan inovasi teknologi lingkungan melalui penerapan Tempah Dedoro, sistem pengelolaan sampah organik berbasis sumber yang terstruktur, higienis, dan berkelanjutan. Inovasi ini menjadi bentuk dukungan konkret sektor layanan kesehatan terhadap upaya Pemerintah Kota Mataram dalam menjawab krisis sampah perkotaan.

Tempah Dedoro merupakan pendekatan teknologi tepat guna yang menitikberatkan pada pengurangan timbulan sampah sejak dari sumbernya. Sistem ini mengintegrasikan prinsip pengurangan, penggunaan ulang, daur ulang, serta pengolahan mandiri, sekaligus memenuhi standar sanitasi lingkungan rumah sakit.

Pengelolaan dimulai dari pemilahan sampah organik di unit-unit pelayanan, dilanjutkan dengan pengumpulan rutin dan pengolahan di Tempah Dedoro yang berada di lingkungan rumah singgah RSUD H. Moh. Ruslan. 

Untuk mempercepat proses penguraian, rumah sakit memanfaatkan Effective Microorganisms (EM4) sebagai katalis biologis agar dekomposisi berjalan lebih cepat, alami, dan terkendali.

Direktur Utama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc., menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan secara parsial maupun hanya dibebankan kepada organisasi perangkat daerah teknis.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dan melibatkan semua pihak. Tempah Dedoro menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun sistem yang lebih terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Mataram saat ini menghadapi keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menuntut setiap institusi untuk berperan aktif dalam pengurangan timbulan sampah, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berwawasan lingkungan.

“Ketergantungan pada TPA tidak bisa terus dipertahankan. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan publik harus mengambil peran, tidak hanya sebagai pengguna layanan kebersihan, tetapi juga sebagai pengelola lingkungan yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, RSUD H. Moh. Ruslan menerapkan sejumlah langkah pengelolaan sampah organik di lingkungan rumah sakit, di antaranya pengumpulan rutin sampah daun, pengolahan sampah organik melalui Tempah Dedoro, serta penggunaan larutan mikroorganisme EM4 untuk mempercepat proses penguraian.

Menurutnya, penerapan Tempah Dedoro juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas lingkungan rumah sakit, baik dari aspek kesehatan maupun keselamatan.

“Pengelolaan sampah yang baik akan mengurangi potensi pencemaran lingkungan dan menekan risiko berkembangnya vektor penyakit. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, aman, dan sehat,” jelasnya.

Selain aspek teknis, RSUD H. Moh. Ruslan juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait waktu penguraian berbagai jenis sampah dan dampak lingkungan yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Upaya ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku berkelanjutan.

Penerapan Tempah Dedoro di lingkungan RSUD H. Moh. Ruslan tidak hanya menekan potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga memperkuat peran rumah sakit sebagai pelopor inovasi teknologi lingkungan perkotaan. 

Program ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis sumber yang adaptif, mendukung ekonomi sirkular, serta menciptakan lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan berkelanjutan. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama