Sumbawa Barat (Kilasntb.com) — Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) untuk menggelar sosialisasi bahaya listrik di SMAN 1 Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis, 20 Februari 2026. Kegiatan ini menyasar siswa, guru, dan manajemen sekolah untuk meningkatkan kesadaran keselamatan ketenagalistrikan saat konsumsi listrik meningkat selama bulan puasa.
Edukasi tersebut dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Tambora bekerja sama dengan Unit Layanan Pelanggan (ULP) Taliwang. Materi yang disampaikan meliputi risiko kelistrikan, penggunaan peralatan listrik sesuai standar, pentingnya instalasi laik operasi, serta langkah pencegahan kecelakaan akibat arus pendek dan beban berlebih.
Manager UPK Tambora, Doddy Rizqi, mengatakan pelajar menjadi kelompok strategis dalam kampanye keselamatan listrik. “Kami ingin siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan dan menyampaikan kembali praktik aman penggunaan listrik di rumah,” ujarnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menilai Ramadan sebagai momentum krusial untuk memperkuat literasi keselamatan listrik. Aktivitas sahur, berbuka, hingga ibadah malam hari, kata dia, mendorong peningkatan penggunaan peralatan elektronik di rumah tangga maupun fasilitas umum.
“PLN tidak hanya menjaga keandalan pasokan, tetapi juga berkewajiban memastikan masyarakat memahami aspek keselamatan. Pemanfaatan listrik harus aman, produktif, dan berkelanjutan,” kata Sri Heny.
Menurut PLN, edukasi di lingkungan sekolah akan terus digencarkan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Perusahaan juga mengimbau masyarakat memastikan instalasi listrik memenuhi standar dan menggunakan peralatan bersertifikat guna menekan potensi gangguan maupun risiko kecelakaan selama Ramadan dan Idulfitri. (Fd)
