![]() |
| "Ngaji Jurnalistik" Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat (Dok. IJTI NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan “Ngaji Jurnalistik” yang dirangkai dengan buka puasa bersama jurnalis televisi di Mataram, Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di salah satu rumah makan di Mataram itu diikuti puluhan jurnalis televisi dari berbagai media nasional dan lokal. Forum tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus refleksi bagi para pewarta televisi dalam menjalankan profesinya di tengah arus informasi digital yang kian cepat.
Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi, mengatakan kegiatan “Ngaji Jurnalistik” dimaksudkan untuk mengingatkan kembali prinsip-prinsip dasar jurnalisme, terutama terkait profesionalitas, akurasi, dan keberimbangan dalam pemberitaan.
“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk kembali ‘mengaji’ nilai-nilai dasar jurnalistik. Kami ingin memastikan setiap tayangan yang diproduksi jurnalis televisi di NTB tetap menjunjung tinggi profesionalitas dan akurasi,” kata Riadis dalam sambutannya.
![]() |
| (Dok. IJTI NTB) |
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas berbagai tantangan jurnalisme visual di era digital. Salah satu isu yang disorot adalah pentingnya menjaga validitas data dan informasi di tengah derasnya arus konten di media sosial yang kerap membingungkan masyarakat.
Selain itu, jurnalis televisi juga didorong untuk menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi dampak positif bagi pembangunan daerah di NTB.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan buka puasa sebagai upaya mempererat silaturahmi antaranggota IJTI.
Riadis menambahkan, di tengah konvergensi media dan persaingan informasi yang semakin ketat, jurnalis televisi perlu terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi agar tetap relevan.
“Era konvergensi media harus menjadi ruang belajar untuk terus mengasah kemampuan, sehingga jurnalisme televisi tetap menjadi rujukan di tengah persaingan informasi global,” ujarnya. (Red)

