Polda NTB Kerahkan Ribuan Personel dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2026 (Dok. Polda NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 13 hingga 26 Maret 2026.

Apel gelar pasukan operasi tersebut dipimpin Kapolda NTB, Edy Murbowo, di Lapangan Tribun Bhara Daksa, Mataram, Kamis, 12 Maret 2026. Apel digelar sebagai tahap akhir pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri di wilayah NTB,” kata Edy dalam keterangannya.

Operasi Ketupat merupakan agenda tahunan kepolisian yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Dalam amanatnya yang dibacakan Kapolda NTB, Kepala Kepolisian RI Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya optimalisasi pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik.

Menurut Edy, Operasi Ketupat Rinjani 2026 di NTB melibatkan 1.649 personel Polri yang terdiri dari 375 personel Polda NTB dan 1.274 personel dari jajaran Polres dan Polresta. Selain itu, pengamanan juga didukung oleh sejumlah instansi lain.

Personel dari Tentara Nasional Indonesia dikerahkan sebanyak 500 orang. Sementara Basarnas menurunkan 116 personel, Dinas Perhubungan 1.259 personel, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebanyak 126 personel.

“Keterlibatan lintas instansi ini penting agar pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran dapat berjalan maksimal,” ujar Edy.

Untuk mendukung operasi tersebut, Polda NTB juga mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di berbagai wilayah strategis di provinsi itu.

Sebanyak 18 pos pengamanan disiapkan di kawasan wisata, fasilitas publik, pemukiman, tempat ibadah, hingga area bandara dan pelabuhan. Selain itu terdapat 10 pos pelayanan yang menyediakan layanan kesehatan serta pelayanan kepolisian bagi masyarakat di titik-titik keramaian seperti bandara, pelabuhan, dan terminal.

Polisi juga menyiapkan tujuh pos terpadu yang melibatkan berbagai instansi untuk memberikan layanan terpadu kepada para pemudik.

Menurut Edy, keberhasilan pengamanan Lebaran sangat bergantung pada sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan lembaga terkait.

“Sinergitas seluruh lembaga dan instansi sangat penting karena akan menentukan keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak mudik agar tidak khawatir meninggalkan kendaraannya di rumah. Kepolisian membuka layanan penitipan kendaraan secara gratis di kantor polisi terdekat.

“Masyarakat yang akan mudik dapat menitipkan kendaraan di kantor polisi terdekat, baik di Polres, Polsek maupun Polsubsektor, tanpa dipungut biaya,” kata Edy. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama