Antisipasi Lonjakan Angkutan Ternak, NTB Tambah Dermaga dan Bentuk Satgas

Kepala Dishub NTB Ervan Anwar (Dok. Diskomifotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan pengiriman ternak menjelang Hari Raya Idul Adha pada Mei mendatang. Dinas Perhubungan (Dishub) NTB membentuk satuan tugas (satgas), memperluas area penyangga di pelabuhan, hingga mengusulkan penambahan dermaga untuk mengurai potensi penumpukan kendaraan pengangkut.

Kepala Dishub NTB Ervan Anwar mengatakan pembentukan satgas dilakukan untuk memastikan pengaturan arus kendaraan di pelabuhan berjalan optimal. “Kami sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar distribusi ternak berlangsung lancar dan terukur,” kata dia, Rabu, 8 April 2026.

Selain itu, Dishub memperluas buffer zone atau area parkir penyangga di sekitar pelabuhan. Langkah ini dinilai krusial mengingat lonjakan kendaraan pengangkut ternak saban tahun kerap memicu kemacetan di dalam kawasan pelabuhan.

Dari sisi hulu, pemerintah daerah juga mengatur jadwal pengiriman ternak dari sentra produksi seperti Bima dan Sumbawa. Pengaturan dilakukan bertahap dengan melibatkan Dinas Peternakan agar kedatangan ternak di pelabuhan tidak menumpuk dalam waktu bersamaan.

“Pengendalian tidak hanya di pelabuhan, tetapi juga sejak dari daerah asal,” ujar Ervan.

Untuk meningkatkan kapasitas layanan, Dishub NTB mengusulkan penambahan dermaga operasional di lintasan penyeberangan utama. Dari dua dermaga yang ada, pemerintah daerah mendorong penambahan menjadi tiga dermaga guna menampung peningkatan arus logistik dan penumpang.

Di sisi lain, alternatif distribusi melalui jalur tol laut juga dimaksimalkan. Kapal khusus ternak dengan kapasitas hingga 500 ekor per perjalanan disiapkan sebagai opsi tambahan. Pemerintah juga mendorong perubahan rute pengiriman dari sebelumnya Bima–Tanjung Priok menjadi Bima–Tanjung Perak untuk memangkas waktu tempuh.

Dishub NTB menyatakan telah berkoordinasi dengan operator kapal dan pemerintah pusat terkait kesiapan armada, termasuk perpanjangan masa docking kapal ternak guna menjamin keselamatan operasional.

Meski berbagai langkah disiapkan, efektivitas kebijakan ini masih akan diuji di lapangan. Setiap tahun, distribusi ternak dari NTB ke Pulau Jawa kerap diwarnai antrean panjang kendaraan di pelabuhan, terutama saat puncak permintaan menjelang Idul Adha.

Pemerintah Provinsi NTB berharap serangkaian langkah tersebut mampu menjaga kelancaran distribusi ternak, sekaligus memastikan pasokan hewan kurban di berbagai daerah tetap terpenuhi tanpa hambatan berarti. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama