RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Gelar Simulasi Disaster Plan, Klaim Pertama di NTB

RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menggelar Workshop Hospital Disaster Plan (HDP) yang dirangkaikan dengan simulasi Table Top Exercise (TTX) (Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram menggelar Workshop Hospital Disaster Plan (HDP) yang dirangkaikan dengan simulasi Table Top Exercise (TTX), sebagai bagian dari penguatan sistem kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi situasi bencana. Kegiatan ini diklaim menjadi yang pertama dilaksanakan oleh rumah sakit di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Workshop tersebut melibatkan tenaga medis, tenaga kesehatan, dan unsur manajemen rumah sakit. Materi yang diberikan berfokus pada penanganan kondisi darurat, penguatan koordinasi lintas unit, hingga pengambilan keputusan saat terjadi krisis layanan kesehatan akibat bencana alam maupun non-alam.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R., M.Kes., M.Sc., mengatakan kesiapsiagaan rumah sakit tidak dapat hanya mengandalkan dokumen perencanaan administratif. Menurut dia, sistem penanggulangan bencana harus diuji melalui simulasi yang mendekati kondisi nyata.

“Workshop Hospital Disaster Plan dan simulasi Table Top Exercise ini merupakan langkah konkret untuk membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi di rumah sakit. Seluruh elemen layanan harus memiliki pemahaman yang sama dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat,” katanya.

Ia menilai rumah sakit memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan saat bencana terjadi. Karena itu, kesiapan sumber daya manusia, pola koordinasi, hingga jalur komunikasi internal harus dipastikan berjalan efektif.

Dalam simulasi TTX, peserta diuji melalui sejumlah skenario kedaruratan untuk mengukur kemampuan koordinasi antartim, efektivitas alur komando, serta ketepatan pengambilan keputusan di bawah tekanan situasi krisis.

“Kami tidak ingin kesiapsiagaan berhenti pada penyusunan dokumen. Simulasi ini penting untuk melihat sejauh mana sistem yang disusun benar-benar dapat dijalankan ketika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperkuat budaya mitigasi risiko di lingkungan layanan kesehatan. Selain aspek medis, simulasi menitikberatkan pada kesinambungan operasional rumah sakit agar pelayanan kepada pasien tetap berjalan saat terjadi gangguan akibat bencana.

RSUD H. Moh. Ruslan berharap model pelatihan dan simulasi yang diterapkan dalam workshop ini dapat menjadi rujukan bagi fasilitas pelayanan kesehatan lain di NTB dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih responsif dan terukur.

Ia menegaskan, penguatan kesiapsiagaan bencana menjadi investasi penting bagi keberlangsungan pelayanan kesehatan di daerah rawan bencana seperti NTB. Menurut dia, rumah sakit harus mampu tetap beroperasi di tengah situasi krisis tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.

“Bencana bisa datang kapan saja dan dalam bentuk apa saja. Karena itu, rumah sakit tidak boleh hanya siap secara fasilitas, tetapi juga harus siap dari sisi sistem, sumber daya manusia, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Keselamatan pasien dan kesinambungan layanan harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama