Lombok Utara (Kilasntb.com) — PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mengintensifkan pemeliharaan preventif jaringan transmisi melalui kegiatan climb up inspection (CUI) di wilayah Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga dan meminimalkan potensi gangguan sistem.
Inspeksi dilakukan oleh tim Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Lombok Barat dengan metode pemanjatan langsung tower transmisi oleh personel bersertifikasi. Pemeriksaan mencakup seluruh komponen penting, mulai dari struktur baja, baut pengikat, isolator, hingga konduktor.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.
“Keandalan sistem transmisi adalah fondasi utama. Melalui inspeksi rutin seperti ini, potensi gangguan bisa kami deteksi lebih dini sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurut dia, pendekatan preventif menjadi kunci dalam menghindari gangguan yang dapat berujung pada pemadaman listrik. Dengan inspeksi detail di lapangan, kerusakan kecil dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
“Ini adalah bentuk komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang andal dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Barat,” kata Sri Heny.
Dalam pelaksanaannya, PLN memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja diterapkan secara ketat. Setiap personel dilengkapi alat pelindung diri seperti full body harness, helm keselamatan, serta perangkat pendukung lainnya. Sebelum kegiatan dimulai, tim juga menyusun job safety analysis (JSA) guna memitigasi risiko kerja di lapangan.
Manager ULTG Lombok Barat menambahkan, selain inspeksi visual, tim juga memanfaatkan teknologi thermovision untuk mendeteksi anomali suhu pada sambungan listrik yang berpotensi memicu gangguan.
“Dari hasil pemeriksaan, kami bisa mengidentifikasi kondisi tidak normal seperti korosi, retakan material, atau isolator yang mengalami kerusakan. Semua temuan kami dokumentasikan untuk ditindaklanjuti sesuai tingkat prioritasnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, data hasil inspeksi menjadi dasar dalam menentukan langkah perbaikan yang cepat dan tepat sasaran, sehingga keandalan sistem transmisi tetap terjaga.
Melalui kegiatan ini, PLN UIW NTB menegaskan penerapan pemeliharaan berbasis keandalan (reliability centered maintenance). Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kesehatan aset transmisi secara berkelanjutan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dengan pasokan listrik yang stabil dan aman. (Red)
