![]() |
| Peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026 dimanfaatkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi (Dok. Istimewa) |
Mataram (Kilasntb.com) — Peringatan Hari Hipertensi Sedunia 2026 dimanfaatkan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram untuk memperkuat edukasi kesehatan kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi yang masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit tidak menular di Indonesia.
Melalui kegiatan penyuluhan kesehatan yang digelar di kawasan Udayana, Minggu (17/5/2026), dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi bersama dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) turun langsung memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 hingga 200 peserta dari komunitas Budaya Sport yang rutin melaksanakan senam mingguan. Sejak pagi, suasana kawasan Udayana dipenuhi aktivitas senam aerobik berintensitas tinggi yang diikuti peserta lintas usia, termasuk kalangan lanjut usia.
Selain senam bersama, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, hingga konsultasi kesehatan terkait hipertensi.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, dr. Hj. Amanukarti Resi Oetomo, Sp.PD-KGH, FINASIM mengatakan, hipertensi masih menjadi ancaman serius karena kerap tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
“Hipertensi ini dikenal sebagai silent killer. Banyak pasien datang sudah dalam kondisi mengalami komplikasi seperti stroke, gagal ginjal, atau penyakit jantung karena tidak pernah memeriksa tekanan darahnya secara rutin,” ujarnya.
Menurut Amanukarti, pola hidup masyarakat saat ini menjadi salah satu faktor yang memicu peningkatan kasus hipertensi, mulai dari konsumsi garam berlebih, kurang aktivitas fisik, hingga tingginya tingkat stres.
Karena itu, ia menekankan pentingnya deteksi dini dan perubahan pola hidup sehat sebagai langkah utama pencegahan.
“Pemeriksaan tekanan darah seharusnya menjadi kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin. Jangan menunggu muncul keluhan karena hipertensi sering berkembang tanpa tanda-tanda,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mulai mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan memperbanyak aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan jantung serta pembuluh darah.
Dalam penyuluhan tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan Mataram turut mengangkat tema World Hypertension Day 2026, “Controlling Hypertension Together” dengan tagline “Cek Tekanan Darahmu, Selamatkan Hidupmu.”
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc. menegaskan, edukasi kesehatan kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif rumah sakit dalam menekan angka penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.
“RSUD H. Moh. Ruslan tidak hanya fokus pada pelayanan kuratif di rumah sakit, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membangun kesadaran tentang pentingnya pencegahan penyakit sejak dini,” katanya.
Ia menilai hipertensi perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat dan memicu berbagai penyakit komplikasi yang membutuhkan biaya pengobatan besar.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan jauh lebih penting daripada mengobati ketika komplikasi sudah terjadi. Kesadaran untuk rutin memeriksa tekanan darah harus dibangun mulai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan edukasi kesehatan seperti ini akan terus diperluas sebagai bentuk komitmen rumah sakit dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di Kota Mataram.
“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa hipertensi bisa dikendalikan jika dideteksi lebih awal dan dibarengi pola hidup sehat yang konsisten,” katanya. (Fd)
