![]() |
| Kegiatan inisiasi pendirian Migrant Center di ruang sidang senat rektorat Unram (Dok. Istimewa) |
Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mendorong Universitas Mataram menjadi penghubung utama ekosistem penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di Nusa Tenggara Barat. Langkah itu ditandai dengan inisiasi pendirian Migrant Center di kampus tersebut, Rabu (6/5/2026).
Program ini dinilai penting mengingat NTB selama ini menjadi salah satu daerah kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Namun, sebagian besar pekerja migran asal daerah ini masih terkonsentrasi pada sektor informal dan pekerjaan berisiko rendah keterampilan.
Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia KP2MI, Abri Danar Prabawa, mengatakan Migrant Center tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga menjadi pusat penguatan kompetensi calon pekerja migran.
“Keberadaan Migrant Center merupakan pusat layanan terpadu yang menyiapkan dan memperkuat kompetensi Pekerja Migran Indonesia melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, pendataan, dan pendampingan karier sesuai kompetensi global,” ujar Abri saat menjadi narasumber dalam kegiatan inisiasi pendirian Migrant Center di ruang sidang senat rektorat Unram.
Menurut dia, keberadaan pusat layanan tersebut diharapkan mampu mengubah pola penempatan PMI asal NTB yang selama ini identik dengan sektor perkebunan dan pekerjaan berkeahlian rendah.
“Pendirian Migrant Center di NTB akan meningkatkan kompetensi CPMI yang selama ini menjadi kantong PMI di sektor ladang, sehingga mereka bisa melihat peluang lain yang memenuhi kompetensi dan skill yang dibutuhkan,” katanya.
Abri menegaskan, posisi Unram dinilai strategis karena memiliki kapasitas akademik sekaligus jejaring kelembagaan yang dapat menghubungkan berbagai pihak dalam rantai penempatan PMI.
“Migrant Center Unram akan menjadi hub utama dalam mengintegrasikan seluruh ekosistem dalam satu simpul, dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Sitti Hilyana, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan utama NTB di tengah tingginya minat masyarakat bekerja ke luar negeri.
Ia menekankan perguruan tinggi tidak bisa lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan formal, melainkan juga harus hadir menyiapkan lulusan yang siap memasuki pasar kerja global.
“Penting adanya dukungan perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing global,” kata Sitti.
Menurut dia, pembentukan Migrant Center di Unram dapat menjadi jawaban atas tantangan ketenagakerjaan yang terus berubah.
“Pembentukan Migrant Center di Unram sebagai pusat penguatan informasi, pelatihan, dan penempatan pekerja migran akan dapat menjawab tantangan ketenagakerjaan di masa depan,” ujarnya.
Kegiatan inisiasi tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, BPVP Lombok Timur, Career Center Unram, Universitas Al-Azhar, Universitas Islam Mataram, serta BP3MI NTB. (Fd)
