![]() |
| Peluncuran program BKOW KUAT (Komunitas Unggul Anak Tangguh oleh Pemprov NTB di Desa Barabali Lombok Tengah (Dok. Diskominfotik NTB) |
Lombok Tengah, Kilas NTB - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengakui persoalan stunting belum selesai. Di Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, masih terdapat 100 anak stunting dari sekitar 6.000 kepala keluarga yang dilayani 23 Posyandu. Kondisi itu mendorong Pemprov NTB meluncurkan Program BKOW KUAT (Komunitas Unggul Anak Tangguh) sekaligus memperkuat Program Desa Berdaya.
Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri mengatakan kemiskinan ekstrem dan stunting tidak bisa diatasi hanya dengan bantuan sosial maupun layanan kesehatan. Menurutnya, akar persoalan juga berada pada pola pengasuhan dan rendahnya keterlibatan keluarga.
"Tujuan utama Desa Berdaya adalah memperkuat tiga pilar penting, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Kami ingin memastikan seluruh program yang telah dianggarkan benar-benar berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Ummi Dinda saat peluncuran program di Desa Barabali, Kamis (25/6/2026).
Ia menilai masih lemahnya pola asuh, minimnya pendampingan orang tua, hingga keterbatasan akses layanan menjadi faktor yang membuat kasus stunting belum mampu ditekan secara optimal. Karena itu pemerintah meminta desa, kader Posyandu, dan Tim Penggerak PKK aktif mendeteksi persoalan sejak dini.
"Kita harus memetakan hambatan yang dihadapi masyarakat, baik dari sisi kepedulian orang tua maupun akses terhadap pelayanan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar angka stunting tidak terus meningkat," ujarnya.
Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal turut menyoroti fenomena fatherless parenting. Menurutnya, banyak ayah hadir di rumah tetapi tidak benar-benar terlibat dalam pengasuhan anak sehingga berdampak terhadap tumbuh kembang mereka.
"Permasalahan Desa Berdaya tidak semata-mata soal kesehatan. Pola pengasuhan juga sangat menentukan. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak dapat memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang mereka," kata Sinta.
Selain meluncurkan program, Pemprov NTB menyalurkan bantuan telur bagi anak stunting, membagikan tablet tambah darah kepada pelajar, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, memberikan bantuan sembako bagi lansia, hingga pelatihan pengolahan makanan bergizi. Pemerintah berharap intervensi tersebut mampu mempercepat penurunan stunting sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem dari tingkat keluarga. (Red)
