![]() |
| Edukasi pencegahan kekerasan seksual bagi mahasiswa dan dosen yang diselenggarakan oleh Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) (Dok. PLN) |
Bima, Kilas NTB – Pelecehan seksual di lingkungan kampus dan tempat kerja dinilai masih menjadi persoalan serius yang kerap luput dari pelaporan. Berangkat dari kondisi tersebut, Srikandi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima menggelar edukasi pencegahan kekerasan seksual bagi mahasiswa dan dosen.
Kegiatan bertajuk Srikandi Goes to Campus itu berlangsung di STIE Bima, Rabu, 17 Juni 2026. PLN menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima untuk membahas bentuk-bentuk pelecehan seksual, mekanisme pelaporan, hingga upaya membangun lingkungan kampus yang aman.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan persoalan pelecehan seksual tidak bisa dianggap sebagai isu privat semata. Menurut dia, pencegahan harus dimulai melalui pendidikan agar lahir budaya saling menghormati dan keberanian melawan kekerasan.
"Melalui Srikandi Goes to Campus, kami ingin membangun kesadaran bahwa menciptakan lingkungan kampus dan tempat kerja yang aman merupakan tanggung jawab bersama," kata Sri Heny Purwanti.
Ia menegaskan pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda agar memahami batasan perilaku, menghargai hak setiap individu, serta tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual.
"PLN percaya pendidikan menjadi fondasi penting dalam membentuk budaya saling menghormati, menjunjung kesetaraan, serta berani mencegah dan melaporkan setiap bentuk kekerasan seksual," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemateri dari DP3A Kota Bima mengingatkan bahwa pelecehan seksual dapat terjadi dalam berbagai bentuk, baik verbal, nonverbal, fisik, maupun melalui media digital. Karena itu, korban maupun saksi didorong memahami mekanisme pelaporan agar setiap kasus dapat ditangani sesuai prosedur.
Pihak STIE Bima menyatakan materi yang disampaikan relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Kampus menilai edukasi semacam ini penting untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pencegahan kekerasan seksual sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghargai.
Melalui program tersebut, PLN UIW NTB juga memperkuat implementasi aspek sosial dalam prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga mendorong terciptanya ruang pendidikan dan dunia kerja yang inklusif, berkeadilan, serta bebas dari kekerasan berbasis gender. (Red)
