![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Mataram, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) terus mendorong percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui edukasi dan sosialisasi Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah.
Kegiatan yang digelar di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, pada Jumat, 12 Juni 2026 itu melibatkan unsur pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kendaraan listrik, hingga berbagai stakeholder yang berkepentingan terhadap pengembangan transportasi ramah lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, PLN memaparkan perkembangan infrastruktur pendukung kendaraan listrik yang telah dibangun di Nusa Tenggara Barat. Hingga pertengahan 2026, sebanyak 51 unit SPKLU telah beroperasi dan tersebar di sejumlah titik strategis di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengapresiasi langkah PLN dalam mempercepat pembangunan sarana pendukung kendaraan listrik. Menurut dia, tren penggunaan kendaraan listrik di NTB terus menunjukkan peningkatan sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
“Perkembangan kendaraan listrik di NTB cukup positif. Karena itu, keberadaan SPKLU menjadi kebutuhan penting agar masyarakat semakin yakin beralih ke kendaraan listrik,” kata Samsudin.
Ia menilai PLN telah menunjukkan kesiapan dalam menyediakan fasilitas pengisian daya yang dibutuhkan seiring pertumbuhan jumlah pengguna kendaraan listrik di daerah.
Dukungan serupa disampaikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Lalu Muhamad Faozal, yang hadir mewakili Gubernur NTB. Menurut dia, Pemerintah Provinsi NTB mendukung berbagai program transformasi energi yang dijalankan PLN, termasuk pengembangan jaringan SPKLU.
“Pengembangan infrastruktur kendaraan listrik sejalan dengan upaya pemerintah mewujudkan sistem transportasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan mendukung agenda pembangunan rendah karbon,” ujarnya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan pembangunan SPKLU merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendukung transisi energi nasional. Namun, menurut dia, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup tanpa diikuti peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kendaraan listrik.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur SPKLU, tetapi juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin memahami manfaat kendaraan listrik dari sisi efisiensi energi, pengurangan emisi, serta kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional,” kata Sri Heny.
Ia optimistis kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, dunia usaha, dan komunitas akan mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di NTB.
“Dengan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis ekosistem kendaraan listrik di NTB akan tumbuh semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
PLN berharap kegiatan edukasi dan sosialisasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Nusa Tenggara Barat. Langkah itu juga menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia melalui pembangunan sistem transportasi yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan. (Red)
