![]() |
| (Sumber. Hidayatul Aini) |
Mataram, Kilas NTB – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memperkuat strategi penanganan stroke berbasis masyarakat melalui Workshop Mataram Siaga Stroke (F.A.S.T Heroes) yang diikuti 150 kader kelurahan, pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Dharma Wanita Persatuan, dan organisasi perempuan se-Kota Mataram.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.O.G., Subsp.F.E.R., M.Kes., M.Sc, mengatakan stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Karena itu, peningkatan literasi masyarakat mengenai gejala awal stroke menjadi kebutuhan mendesak.
Menurutnya, peluang pasien untuk pulih sangat bergantung pada kecepatan penanganan medis. Dalam kasus stroke, terdapat masa emas atau golden period kurang dari 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
“Kesadaran masyarakat terhadap tanda dan gejala stroke harus terus ditingkatkan. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan otak yang lebih luas,” ujarnya, Kamis (18/06/2026)
Ia menjelaskan, banyak pasien datang ke rumah sakit setelah melewati masa kritis karena gejala stroke tidak dikenali sejak awal. Melalui program F.A.S.T Heroes, RSUD H. Moh. Ruslan berupaya menciptakan jaringan edukasi hingga tingkat lingkungan masyarakat.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan rumah sakit dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Mereka adalah agen perubahan yang akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya stroke dan pentingnya penanganan cepat,” katanya.
Direktur juga memaparkan, RSUD H. Moh. Ruslan telah mengembangkan layanan stroke terpadu mulai dari sistem rujukan, penanganan kegawatdaruratan, pelayanan medis, hingga rehabilitasi. Atas konsistensi tersebut, rumah sakit berhasil meraih penghargaan Diamond Status dari World Stroke Organization dan Angels Initiative, sebuah pengakuan internasional atas kualitas layanan stroke.
Dukungan terhadap program itu datang dari Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Noviani Danar Kinnastri, S.Sos, yang menilai kader perempuan memiliki peran strategis dalam mendeteksi gejala stroke di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Workshop ini program edukasi yang sangat bagus. Saya berharap kader PKK, GOW, dan Dharma Wanita Persatuan bisa menjadi heroes atau pahlawan dalam mengenali gejala stroke sejak awal,” ujarnya.
Hj. Noviani mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak memahami bahwa gejala seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, atau penurunan kesadaran dapat menjadi tanda stroke.
“Sering kali kita menganggap itu hanya lemas biasa atau kesemutan biasa. Padahal bisa jadi itu gejala stroke yang membutuhkan penanganan cepat,” katanya.
Ia meminta seluruh kader yang mengikuti workshop tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pribadi, melainkan aktif menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui sosialisasi langsung maupun media sosial.
Bagi RSUD H. Moh. Ruslan Mataram, keberhasilan penanganan stroke tidak hanya ditentukan oleh kualitas layanan rumah sakit, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengenali gejala sejak menit-menit pertama. Karena itu, membangun ribuan mata dan telinga di tengah masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dari ancaman stroke. (Fd)
