![]() |
| Sosialisasi yang digelar PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gerung di Kantor Bupati Lombok Barat (Dok. PLN) |
Lombok Barat, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menilai rendahnya kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan masih menjadi tantangan yang berpotensi memicu kecelakaan. Karena itu, perusahaan pelat merah tersebut mengintensifkan edukasi langsung kepada masyarakat, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Sosialisasi yang digelar PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gerung di Kantor Bupati Lombok Barat pada Selasa, 23 Juni 2026, tak hanya memperkenalkan layanan kelistrikan, tetapi juga menyoroti berbagai kebiasaan masyarakat yang dinilai berisiko, seperti membangun terlalu dekat dengan jaringan listrik, menerbangkan layang-layang di bawah kabel listrik, hingga memasang instalasi tanpa tenaga bersertifikat.
Manager PLN ULP Gerung, Alfa Kusnal Faizin, mengatakan listrik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat, tetapi penggunaannya harus dibarengi pemahaman mengenai aspek keselamatan.
"Keselamatan ketenagalistrikan adalah tanggung jawab bersama. PLN tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat juga harus memahami potensi bahaya listrik agar kecelakaan dapat dicegah," kata Alfa.
Dalam sosialisasi itu, PLN mengingatkan masyarakat agar menjaga jarak aman minimal tiga meter dari jaringan listrik tegangan menengah saat mendirikan bangunan, menanam pohon, maupun memasang baliho. Anak-anak juga diminta tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik, terutama menggunakan benang berbahan logam yang berisiko menghantarkan arus listrik.
PLN juga menegaskan bahwa instalasi listrik setelah kWh meter bukan lagi menjadi tanggung jawab perusahaan. Instalasi tersebut wajib dikerjakan instalatur resmi dan memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO) guna menjamin keamanan pengguna.
Selain edukasi teknis, peserta diperkenalkan dengan layanan pelaporan potensi bahaya serta pengajuan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelayanan perusahaan. Menurut dia, meningkatnya penggunaan listrik harus diimbangi kesadaran masyarakat terhadap risiko yang menyertainya.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan PLN. Kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap potensi bahaya listrik serta memahami cara memanfaatkan listrik secara aman dan bertanggung jawab," ujar Sri Heny.
Ia menambahkan, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di Nusa Tenggara Barat.
PLN berharap edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah mampu menekan potensi kecelakaan akibat listrik dan membangun budaya keselamatan di tengah masyarakat. Bagi perusahaan, keandalan sistem kelistrikan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada kepatuhan masyarakat terhadap standar keselamatan. (Red)
