Wisman ke NTB Naik 35,13 Persen, Pariwisata Menguat di Tengah Pemulihan Global

(Dok. Kilas NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lonjakan signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB pada April 2026 melaporkan jumlah wisman naik 35,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menandai penguatan tren pemulihan sektor pariwisata daerah.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menyebut peningkatan tersebut sebagai sinyal konsisten membaiknya mobilitas wisata internasional ke NTB.

“Jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid pada April 2026 mencapai 8.686 orang, naik 35,13 persen dibanding Maret,” kata Wahyudin dalam Rilis Berita Resmi Statistik di Mataram, Selasa (2/6).

Ia menambahkan, secara tahunan kunjungan wisman juga tumbuh 11,19 persen dibanding April 2025, menunjukkan tren pertumbuhan yang relatif stabil.

Peningkatan kunjungan turut diikuti penguatan sektor akomodasi. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 36,06 persen, naik 4,79 poin dibanding bulan sebelumnya. Sementara TPK hotel nonbintang berada di angka 26,59 persen atau meningkat 5,75 poin.

Di sisi jumlah tamu, hotel berbintang mencatat 98.077 pengunjung, sedangkan hotel nonbintang dan akomodasi lainnya mencapai 140.284 tamu selama April 2026.

Data tersebut memperlihatkan efek berantai dari meningkatnya kunjungan wisman terhadap aktivitas ekonomi daerah, terutama sektor perhotelan dan jasa penunjang pariwisata.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, menyebut capaian ini memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan nasional.

“Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan kepercayaan pasar terhadap pariwisata NTB terus menguat,” ujarnya.

Ia menilai, kombinasi kekayaan alam, budaya, sport tourism, serta agenda event internasional menjadi faktor utama daya tarik NTB di mata wisatawan.

“Ketika wisatawan datang dan tinggal lebih lama, dampaknya langsung dirasakan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM,” kata Ahsanul.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan akan terus memperkuat kualitas destinasi, desa wisata, serta promosi pariwisata untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Kami optimistis tren ini berlanjut dengan dukungan konektivitas, peningkatan kualitas destinasi, dan event unggulan,” ujarnya.

Sebelumnya, laporan resmi BPS juga mencatat aktivitas wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid sebagai pintu utama kedatangan wisatawan internasional di NTB.

Pemerintah menilai, penguatan tren ini menjadi modal penting untuk mempercepat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama