Mataram, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memperketat penerapan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh lini operasional menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah NTB.
Penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui Safety Briefing yang digelar PLN UP3 Selaparang dan diikuti seluruh pegawai serta personel pelaksana pekerjaan. Forum tersebut menjadi sarana evaluasi pekerjaan, identifikasi potensi bahaya, hingga penguatan disiplin terhadap standar operasional keselamatan.
General Manager PT PLN (Persero) UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan keselamatan bukan sekadar prosedur administratif, melainkan fondasi utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
"Keselamatan adalah fondasi utama dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal. Melalui penguatan budaya K3 di seluruh unit kerja, kami memastikan setiap insan PLN bekerja secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada zero accident," kata Yondri.
Menurut dia, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui peningkatan disiplin kerja, bukan hanya seremonial. Karena itu, seluruh personel diwajibkan mematuhi standar K3 dalam setiap aktivitas operasional.
"Dengan semangat HUT ke-81 Republik Indonesia, PLN UIW NTB berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat," ujarnya.
PLN menilai budaya Safety First menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pasokan listrik. Setiap pekerjaan yang dilakukan sesuai prosedur keselamatan dinilai mampu meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus mencegah gangguan pada jaringan distribusi.
Dalam pelaksanaannya, Safety Briefing rutin dilakukan sebelum pekerjaan dimulai. Materinya mencakup evaluasi pekerjaan, pemetaan risiko, serta langkah mitigasi yang wajib diterapkan di lapangan.
PLN UIW NTB juga terus memperkuat implementasi K3 melalui inspeksi berkala, pembinaan personel, evaluasi pekerjaan, hingga peningkatan kompetensi pekerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan sekaligus menjaga pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat, sektor usaha, industri, dan layanan publik di Nusa Tenggara Barat. (Red)
