Sambut HUT RI, PLN Suntik Modal Enam UMKM Sumbawa, Dorong Kemandirian Ekonomi Warga

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumbawa menyalurkan bantuan modal usaha kepada enam pelaku usaha mikro di Kebayan, Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa (Dok. PLN)

Sumbawa Besar, Kilas NTB – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP3 Sumbawa menyalurkan bantuan modal usaha kepada enam pelaku usaha mikro di Kebayan, Kelurahan Uma Sima, Kabupaten Sumbawa.

Masing-masing pelaku UMKM menerima bantuan sebesar Rp1,2 juta atau total Rp7,2 juta. Dana tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah pegawai PLN yang dikelola melalui YBM PLN untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, mengatakan bantuan itu bukan sekadar penyaluran dana sosial, melainkan upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

"PLN tidak hanya berfokus menghadirkan pasokan listrik yang andal, tetapi juga berupaya memberikan nilai tambah melalui program tanggung jawab sosial yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Firman.

Menurut dia, momentum kemerdekaan harus dimaknai sebagai dorongan membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Karena itu, bantuan modal usaha diarahkan agar pelaku UMKM mampu memperbesar kapasitas usahanya dan meningkatkan daya saing.

"Semangat kemerdekaan harus menjadi energi untuk terus tumbuh dan saling menguatkan. Kami berharap bantuan ini menjadi tambahan semangat bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan ikut menggerakkan perekonomian daerah," ujarnya.

Bantuan tersebut dimanfaatkan penerima untuk menambah stok barang dagangan, memperluas usaha, serta meningkatkan produktivitas. Langkah itu diharapkan memberi efek berganda terhadap ekonomi keluarga dan lingkungan sekitar.

General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menilai pemberdayaan UMKM merupakan investasi sosial yang berdampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

"PLN percaya bahwa listrik yang andal harus diiringi dengan hadirnya manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat," kata Yondri.

Ia menegaskan, melalui YBM PLN perusahaan ingin melahirkan lebih banyak UMKM yang mandiri dan produktif sehingga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal.

"Semangat Hari Kemerdekaan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun masyarakat yang sejahtera serta mewujudkan Indonesia yang semakin maju melalui kontribusi nyata PLN bagi pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN menjalankan prinsip Creating Shared Value, yakni memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya melalui layanan kelistrikan, tetapi juga lewat pemberdayaan ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama