![]() |
| Moment kebersamaan usai penutupan Porprov XII di GOR Turide, Mataram (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram, Kilas NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan tolok ukur kesiapan daerah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Karena itu, seluruh kekurangan selama penyelenggaraan Porprov harus segera dievaluasi.
Saat menutup Porprov XII di GOR Turide, Mataram, Jumat, 24 Juli 2026, Iqbal mengatakan keberhasilan maupun kekurangan penyelenggaraan menjadi tanggung jawab bersama.
"Saatnya kita mulai belajar dan membenahi segala kekurangan selama penyelenggaraan Porprov. Yang baik kita tingkatkan, adapun kekurangan-kekurangan yang terjadi mari sama-sama kita benahi ke depannya. Menjadi tuan rumah PON Tahun 2028 mendatang adalah keniscayaan," kata Iqbal.
Menurut dia, Porprov menjadi batu loncatan untuk menguji kesiapan NTB, baik dari sisi pembinaan atlet maupun kapasitas penyelenggaraan event olahraga berskala nasional.
Iqbal menyebut pemerintah daerah menargetkan dua capaian utama dalam Porprov kali ini, yakni meningkatkan prestasi atlet lokal sekaligus memastikan penyelenggaraan berlangsung bersih, akuntabel, dan bebas persoalan hukum maupun administrasi.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berkompetisi selama pelaksanaan Porprov.
"Kalau ada yang bertanya siapa yang menang Porprov kali ini, yang menang adalah kita semua," ujarnya.
Di hadapan para kepala daerah dan pengurus KONI se-NTB, Iqbal turut meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan ajang olahraga terbesar di provinsi tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung pembinaan atlet menuju PON 2028.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan Porprov XII melibatkan 51 cabang olahraga dengan 702 nomor pertandingan dan lebih dari 6.000 babak pertandingan. Menurut dia, mayoritas pertandingan berlangsung lancar meski terdapat sejumlah insiden kecil.
"Mayoritas pertandingan berjalan lancar dan hasilnya sesuai yang kita inginkan," kata Mori.
Ia menilai antusiasme masyarakat menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan. Sekitar 200 ribu penonton hadir di berbagai arena pertandingan dan mendorong perputaran ekonomi daerah hingga lebih dari Rp100 miliar.
Pada klasemen akhir, Kota Mataram kembali menjadi juara umum setelah mengumpulkan 200 medali emas. Raihan tersebut sekaligus memastikan Kota Mataram mempertahankan gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sehingga berhak memiliki piala bergilir secara permanen.
Usai penutupan Porprov, KONI NTB mulai memetakan cabang olahraga unggulan dan menyeleksi atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON 2028. Langkah itu diharapkan menjadi awal pembenahan menyeluruh agar NTB tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu bersaing dalam prestasi di ajang olahraga nasional. (Red)
