Targetkan Dongkrak Kesejahteraan, Pemerintah Bidik Nilai Tukar Nelayan Naik ke 120

Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah (Dok. Diskominfotik NTB)

Lombok Tengah, Kilas NTB – Pemerintah mematok target ambisius menaikkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) dari 103 menjadi 120 sebelum September 2026. Target itu menjadi fokus utama dalam kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan ke Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Jumat, 31 Juli 2026.

Didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah kini mengalihkan perhatian penuh kepada kesejahteraan nelayan setelah sektor pertanian dan peternakan menunjukkan perbaikan.

"Petani padi sudah bagus, peternakan sudah lumayan. Sekarang tinggal nelayan yang kita fokuskan," kata Zulkifli Hasan di hadapan ratusan nelayan.

Menurut Zulhas, kondisi ekonomi nelayan masih tertinggal dibanding kelompok usaha pangan lainnya. Ia menyebut Nilai Tukar Nelayan saat ini hanya berada di angka 103, jauh di bawah Nilai Tukar Petani yang telah mencapai 131.

"Di mana-mana nelayan selama ini yang paling menderita. Nilai tukarnya 103, sedangkan petani padi sudah 131. Jauh sekali, dan yang paling miskin nelayan," ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, pemerintah membangun Kampung Nelayan Merah Putih dengan fasilitas yang dirancang terintegrasi. Kawasan itu akan dilengkapi pabrik es, cold storage, SPBU khusus nelayan, gudang, balai lelang, bengkel, tambatan perahu hingga kios pemasaran hasil tangkap.

"Kita bangunkan kampung nelayan, ada pabrik es, cold storage, SPBU nelayan, bengkel, balai lelang, tambatan perahu, gudang, semuanya lengkap di sini," kata Zulhas.

Ia menilai fasilitas tersebut akan memangkas biaya operasional sekaligus memperkuat posisi tawar nelayan. Saat harga ikan jatuh, hasil tangkapan dapat disimpan sehingga tidak harus dijual dengan harga murah.

"Ketika nelayan mendapatkan penawaran harga yang murah, dia bisa mempertahankan hasil tangkapannya karena fasilitasnya sudah tersedia," ujarnya.

Selain infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan Koperasi Nelayan Merah Putih yang akan terhubung dengan jaringan koperasi di seluruh Indonesia. Sistem itu diharapkan membuka akses pemasaran lebih luas sekaligus memperkuat distribusi hasil tangkap nelayan.

"Di sini dibikinkan koperasi yang nyambung dengan seluruh Indonesia. Penanggung jawabnya kepala desa. Kalau ada nelayannya namanya Koperasi Nelayan Merah Putih," kata Zulhas.

Ia optimistis target peningkatan Nilai Tukar Nelayan dapat dicapai dalam waktu singkat. Salah satu penopangnya ialah pembangunan SPBU nelayan yang ditargetkan mulai beroperasi pada September mendatang.

"Menteri Kelautan untuk tahun ini akan fokus meningkatkan Nilai Tukar Nelayan dari 103 insyaallah menjadi 120 sebelum September," ujar Zulhas.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama rombongan kementerian juga menyerahkan bantuan beras dan minyak goreng kepada masyarakat nelayan. Turut hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, anggota Komisi IX DPR RI Muazim Akbar, serta Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama