![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Mataram, Kilas NTB — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Mataram tidak hanya diwarnai aktivitas olahraga bersama. RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram membawa pesan kesehatan yang lebih spesifik dengan menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan skrining kanker serviks secara gratis bagi masyarakat.
Layanan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan RSUD H. Moh. Ruslan dalam kegiatan Senam Bersama yang digelar di Lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Minggu (9/8).
Kehadiran layanan skrining ini menegaskan, pencegahan kanker serviks tidak harus menunggu perempuan mengalami keluhan. Deteksi dini justru menjadi langkah penting untuk menemukan risiko penyakit sebelum berkembang lebih serius.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan rumah sakit berupaya mendekatkan layanan kesehatan preventif kepada masyarakat melalui berbagai momentum kegiatan publik.
“Skrining kanker serviks merupakan bagian penting dari upaya deteksi dini. Kami ingin masyarakat, khususnya perempuan, memiliki kesadaran bahwa menjaga kesehatan bukan hanya ketika sudah muncul keluhan, tetapi juga dengan melakukan pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.
Menurutnya, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena upaya pencegahan dan deteksi dini dapat menjadi kunci untuk menekan risiko keterlambatan penanganan.
Karena itu, momentum HKG PKK dinilai strategis untuk menyampaikan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat, khususnya kaum perempuan yang menjadi salah satu kelompok sasaran penting dalam pencegahan kanker serviks.
“Kami hadir bukan hanya membawa layanan pengobatan, tetapi juga membawa pesan bahwa deteksi dini jauh lebih baik daripada datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah berkembang,” tegasnya.
Skrining Gratis, Jangan Tunggu Gejala
Ia menekankan, masyarakat kerap menganggap pemeriksaan kesehatan baru diperlukan ketika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda penyakit. Pola pikir tersebut, menurutnya, perlu diubah.
Skrining justru dilakukan ketika seseorang belum merasakan gejala, sehingga potensi masalah kesehatan dapat diketahui lebih awal dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhan.
“Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri. Semakin dini risiko diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” katanya.
Melalui layanan skrining kanker serviks gratis tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan ingin menjadikan kegiatan masyarakat sebagai pintu masuk edukasi kesehatan yang lebih luas.
Bagi rumah sakit, pencegahan tidak boleh berhenti pada kampanye. Masyarakat harus diberikan akses dan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung.
Keterlibatan civitas hospitalia RSUD H. Moh. Ruslan dalam HKG PKK ke-54 sekaligus memperkuat peran rumah sakit dalam pelayanan promotif dan preventif.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah daerah, PKK, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi masyarakat, serta warga.
“Kesehatan perempuan adalah bagian penting dari kesehatan keluarga. Ketika perempuan sehat dan memiliki kesadaran untuk melakukan deteksi dini, dampaknya bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi keluarga,” pungkasnya.
Momentum HKG PKK ke-54 akhirnya tidak berhenti pada senam dan seremonial. RSUD H. Moh. Ruslan menjadikannya sebagai ruang untuk mengingatkan perempuan agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining kanker serviks. (Fd)
