Lansia Belajar Obat Aman, BBPOM Mataram Dorong Keluarga Jadi Konsumen Cerdas

Sekolah Lansia Memori Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan (Dok. BBPOM Mataram)

Mataram, Kilas NTB — Usia lanjut bukan alasan berhenti belajar. Sebanyak 34 siswa Sekolah Lansia Memori Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, justru kembali mengasah pengetahuan tentang keamanan obat dan makanan.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Baca Udayana, Kamis (13/8/2026), itu menjadi ruang edukasi bagi para lansia untuk mengenali produk yang aman sekaligus melindungi keluarga dari peredaran obat dan pangan berbahaya.

Dari 34 peserta, 26 merupakan perempuan dan delapan laki-laki. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pembacaan Surat Yasin, doa bersama, senam sehat, hingga edukasi keamanan obat dan makanan.

Materi tidak disampaikan secara formal. Petugas BBPOM di Mataram mengemasnya melalui diskusi dan kuis sehingga peserta aktif bertanya, terutama mengenai penggunaan obat yang benar dan cara memilih makanan yang aman.

Kepala BBPOM di Mataram Yogi Abaso mengatakan lansia memiliki posisi strategis dalam melindungi keluarga dari produk yang tidak aman.

“Usia tidak menjadi penghalang untuk terus belajar. Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan para lansia menjadi konsumen yang cerdas,” kata Yogi.

Menurut dia, pengetahuan mengenai keamanan obat dan makanan tidak berhenti pada diri peserta. Lansia juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi anggota keluarga di rumah.

“Bapak Ibu adalah panutan di rumah. Jika Bapak Ibu paham mana produk yang aman, maka keluarga juga akan terlindungi,” ujarnya.

BBPOM di Mataram juga menampilkan sejumlah contoh produk bermasalah dalam sesi display. Di antaranya produk tanpa izin edar, produk yang mengandung bahan kimia obat, serta pangan yang menggunakan bahan berbahaya dan dilarang.

Display tersebut menjadi bagian penting dalam edukasi karena peserta dapat melihat langsung contoh produk yang harus dihindari.

Yogi mengingatkan masyarakat agar tidak hanya tergiur harga atau klaim produk saat membeli obat dan makanan. Konsumen perlu memastikan produk memenuhi persyaratan keamanan sebelum digunakan atau dikonsumsi.

Ia kembali mengingatkan masyarakat menggunakan prinsip CEK KLIK, yakni mengecek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli.

“Mari bersama-sama kita cegah peredaran obat dan makanan tidak aman di lingkungan kita,” kata Yogi.

Kegiatan itu turut melibatkan Kepala Sekolah Lansia Memori, Sekretaris Lurah Kebun Sari, Penyuluh KB, kader kelurahan, serta pendamping keluarga.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan lansia tidak cukup hanya melalui layanan kesehatan. Literasi mengenai keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari juga menjadi bagian penting agar lansia tetap sehat, mandiri, dan mampu mengambil keputusan secara tepat.

Sekolah Lansia Memori pun tidak sekadar menjadi tempat berkegiatan bagi warga lanjut usia. Forum tersebut menjadi ruang untuk menjaga produktivitas sekaligus memperkuat posisi lansia sebagai pengambil keputusan di lingkungan keluarga.

Di usia senja, mereka tidak hanya diajak tetap bergerak, tetapi juga tetap kritis terhadap apa yang masuk ke tubuh mereka dan keluarga. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama