![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Mataram, Kilas NTB – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mengimbau para orang tua untuk tidak menganggap remeh bayi yang belum buang air besar (BAB) dalam 48 jam pertama setelah lahir. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda Hirschsprung, kelainan bawaan pada usus yang membutuhkan penanganan medis sedini mungkin.
Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Susgianto Pracitno, Sp.BA, mengatakan keterlambatan BAB pada bayi baru lahir merupakan salah satu gejala awal yang harus diwaspadai. Jika terlambat dikenali, penyakit ini berisiko menimbulkan penyumbatan usus hingga komplikasi yang lebih serius.
"Hirschsprung adalah kelainan di mana tidak ada sel saraf pada usus besar. Akibatnya usus tidak mampu mendorong feses secara normal sehingga anak menjadi susah buang air besar," kata Susgianto, Kamis (06/08/2026).
Menurut dia, selain tidak BAB dalam 24–48 jam pertama setelah lahir, bayi dengan Hirschsprung umumnya mengalami perut membesar, rewel, serta muntah berwarna hijau akibat sumbatan pada saluran cerna.
"Anaknya menjadi susah BAB, perutnya kembung, rewel, kemudian bisa disertai muntah berwarna hijau. Itu merupakan tanda yang harus segera diperiksakan," ujarnya.
Susgianto menjelaskan, Hirschsprung merupakan kelainan bawaan yang sudah terjadi sejak lahir. Karena itu, deteksi dini menjadi faktor penting agar bayi segera mendapatkan pemeriksaan dan tindakan bedah bila diperlukan.
Ia menegaskan, orang tua tidak dianjurkan menunggu gejala memburuk. Sebab, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko infeksi usus hingga mengganggu kondisi umum bayi.
"Jika bayi baru lahir tidak bisa langsung BAB dan mengalami tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke Poli Bedah Anak RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram agar mendapatkan penanganan yang tepat," tegasnya.
Selain memberikan layanan bedah anak, RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram juga terus mengedukasi masyarakat agar lebih peka terhadap gejala awal Hirschsprung. Kesadaran orang tua dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan meningkatkan peluang kesembuhan anak.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari keluarga pasien. Salah satunya disampaikan Niki Olipia, yang mengaku puas atas pelayanan yang diberikan tim Poli Bedah Anak RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram.
Melalui unggahan di media sosial, Niki menyampaikan rasa terima kasih kepada dr. Susgianto Pracitno beserta seluruh tenaga kesehatan yang menangani putranya.
"Dokter Bedah Anak terbaik. Terima kasih Pak Dokter dan RSUD H. Moh. Ruslan sudah memberikan pelayanan terbaik. Penjelasan dokter sangat jelas, pelayanannya ramah, dan kami merasa tenang selama proses pengobatan anak kami," tulis Niki.
Testimoni tersebut menjadi salah satu bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, khususnya dalam penanganan kasus bedah anak yang membutuhkan ketepatan diagnosis, tindakan medis yang cepat, serta pendampingan menyeluruh kepada keluarga pasien.
RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mengimbau masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan apabila bayi atau anak menunjukkan gejala yang mengarah pada Hirschsprung. Penanganan sedini mungkin dapat mencegah komplikasi dan memberikan kesempatan yang lebih besar bagi anak untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal. (Red)
