PSC 119 RSUD H. Moh. Ruslan Raih Gold Status, Respons Emergency Stroke di Bawah 10 Menit

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc. saat memberi sambutan dalam Angles Initiative Award (Dok. Istimewa)

Mataram, Kilas NTB — PSC 119 RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram meraih Gold Status dari Angels Initiative untuk layanan emergency stroke. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas penguatan sistem kegawatdaruratan stroke, termasuk kemampuan layanan merespons panggilan dalam waktu kurang dari 10 menit.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan layanan PSC 119 MEMS dalam mempercepat akses pasien terhadap pertolongan medis.

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini PSC 119 dari RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendapatkan penghargaan Gold Status untuk layanan emergency stroke,” kata Eka di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Eka, salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kecepatan respons tim. PSC 119 RSUD H. Moh. Ruslan mencatat waktu respons dari panggilan hingga tim kembali ke rumah sakit kurang dari 10 menit.

“Response time kami dari panggilan sampai kami kembali ke rumah sakit kurang dari 10 menit. Kami mendapat apresiasi karena kecepatan itu sangat penting dalam penanganan stroke,” ujarnya.

Layanan PSC 119 MEMS juga didukung tombol panik yang dapat diinstal pada telepon seluler masyarakat. Sistem tersebut dirancang untuk mempercepat akses pertolongan ketika gejala stroke muncul.

Prestasi itu diikuti penguatan kapasitas tenaga kesehatan. Angels Initiative memberikan dukungan pengembangan kompetensi, termasuk kesempatan kepada salah satu dokter RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Putri, untuk belajar ke Swiss.

RSUD H. Moh. Ruslan juga dipercaya ikut melatih tenaga kesehatan di NTB. “Kami dipercaya untuk melatih semua nakes yang ada di NTB,” kata Eka.

Eka menyebut sekitar 234 pasien stroke telah berhasil ditangani melalui upaya layanan tersebut. Penanganan cepat ditujukan untuk mencegah risiko kecacatan dan kematian pada pasien.

Perwakilan Angels Initiative, Didit Abdullah, mengatakan Gold Status menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan emergency stroke. Namun, ia menyoroti masih adanya persoalan keterlambatan pasien datang ke rumah sakit.

“Fakta di lapangan masih banyak pasien stroke yang terlambat datang ke rumah sakit,” ujar Didit.

Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, penguatan layanan emergency stroke menunjukkan RSUD H. Moh. Ruslan terus membangun sistem pelayanan yang menghubungkan rumah sakit, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

“Bagi saya ini pencapaian yang sangat luar biasa karena RSUD HMR berani mengambil terobosan, berani mengambil risiko, tetapi tetap terukur,” ujar Mohan. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama