Listrik Menyala, Aktivitas Dua Warga Desa Nijang Tak Lagi Terbatas

Penyalaan listrik dilakukan langsung Manager PLN UP3 Sumbawa Firman Sulistyawan pada 15 September 2026, bertepatan dengan rangkaian Hari Pelanggan Nasional (Dok. PLN)

Sumbawa Besar, Kilas NTB — Listrik yang menyala di rumah dua warga Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwis, Kabupaten Sumbawa, bukan sekadar penerangan. Akses listrik membuka ruang bagi keluarga untuk menjalankan aktivitas rumah tangga, belajar, dan bekerja tanpa bergantung pada sumber penerangan alternatif.

Dua warga yang sebelumnya belum menikmati sambungan listrik menerima bantuan penyambungan melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa. Penyalaan listrik dilakukan langsung Manager PLN UP3 Sumbawa Firman Sulistyawan pada 15 September 2026, bertepatan dengan rangkaian Hari Pelanggan Nasional.

Selama belum memiliki listrik, aktivitas keluarga pada malam hari memiliki keterbatasan. Setelah sambungan listrik tersedia, kebutuhan penerangan rumah dapat dipenuhi dengan lebih mudah. Peralatan rumah tangga yang membutuhkan listrik juga dapat digunakan, sementara anak-anak memiliki ruang yang lebih memadai untuk belajar pada malam hari.

Bagi PLN, manfaat tersebut menjadi alasan bantuan penyambungan listrik tidak hanya dipandang sebagai pembangunan jaringan atau pemasangan meter, tetapi sebagai upaya membuka akses terhadap aktivitas dasar masyarakat.

“Melalui kolaborasi bersama YBM PLN, kami ingin memastikan manfaat energi listrik dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Firman Sulistyawan.

Menurut Firman, listrik memiliki fungsi yang langsung berkaitan dengan kenyamanan dan aktivitas keluarga. “Semoga bantuan yang diberikan dan listrik yang menyala hari ini dapat memberikan kenyamanan serta manfaat bagi keluarga penerima,” ujarnya.

Bantuan itu bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun YBM PLN dari insan PLN. Sasaran program adalah masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh akses kelistrikan.

Manfaatnya diharapkan tidak berhenti pada penerangan. Dengan listrik, kegiatan belajar anak pada malam hari dapat berlangsung lebih leluasa. Aktivitas rumah tangga juga dapat dilakukan dengan dukungan peralatan listrik. Dalam jangka lebih panjang, akses energi dapat menunjang kegiatan produktif keluarga apabila dimanfaatkan untuk kebutuhan ekonomi.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat Yondri Zulfadli mengatakan akses energi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat.

“PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan energi yang memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Yondri.

Ia mengatakan kolaborasi dengan YBM PLN menjadi salah satu cara PLN memperluas manfaat tersebut. “Kami berharap bantuan ini dapat menjadi wujud nyata kepedulian PLN sekaligus menyalakan harapan bagi masyarakat untuk menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan produktif,” ujarnya.

Di Desa Nijang, perubahan itu bermula dari sesuatu yang sederhana: lampu yang menyala. Namun bagi keluarga yang sebelumnya hidup tanpa sambungan listrik, nyala lampu berarti bertambahnya waktu dan ruang untuk menjalankan aktivitas setelah matahari terbenam. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama