PLN Uji Kelayakan Peralatan 20 kV di GI Sengkol, Jaga Keandalan Listrik Nasional

Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Nusa Tenggara Barat (UP2D NTB), PLN melakukan pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO) terhadap kubikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol di Gardu Induk (GI) Sengkol (Dok. PLN)

Mataram, KilasNTB – PT PLN (Persero) memperketat pemeriksaan infrastruktur ketenagalistrikan untuk menjaga keamanan dan keandalan pasokan listrik. Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi Nusa Tenggara Barat (UP2D NTB), PLN melakukan pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO) terhadap kubikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol di Gardu Induk (GI) Sengkol, Jumat (30/10).

Pengujian tersebut memastikan seluruh peralatan tegangan menengah 20 kilovolt (kV) memenuhi standar teknis dan keselamatan sebelum dioperasikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN menjaga kesiapan infrastruktur distribusi listrik sekaligus mencegah potensi gangguan pada sistem kelistrikan.

Tim Elektromekanik PLN UP2D NTB bersama Tim Pusat Sertifikasi (Pusertif) melakukan serangkaian pemeriksaan teknis. Pengujian mencakup penggunaan alat Meter Relay Current Transformer (MRCT), pemeriksaan tahanan isolasi pada Current Transformer (CT) dan Voltage Transformer (VT), serta pengujian mekanis dan elektris fungsi buka-tutup Circuit Breaker (CB).

Seluruh tahapan mengacu pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0520-2.K/DIR/2014 tentang Pedoman Pemeliharaan Kubikel Tegangan Menengah. Standar tersebut menjadi acuan untuk memastikan setiap komponen bekerja sesuai parameter teknis dan ketentuan keselamatan.

Manager PLN UP2D NTB Faris Fitrianto mengatakan, pengujian SLO bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan bagian dari verifikasi teknis terhadap kelayakan instalasi sebelum beroperasi.

“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kondisi dan fungsi setiap peralatan benar-benar memenuhi standar. Dengan pengujian yang terukur, potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal,” kata Faris.

Dia menegaskan, pemeriksaan tersebut juga berkaitan langsung dengan keselamatan petugas dan keberlangsungan penyaluran tenaga listrik.

“Keselamatan petugas, keandalan peralatan, dan kontinuitas penyaluran tenaga listrik menjadi hal yang harus dipastikan melalui setiap tahapan pengujian,” ujarnya.

Kesiapan peralatan tegangan menengah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem distribusi. Infrastruktur yang memenuhi standar operasi mendukung penyaluran listrik untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas publik, hingga sektor ekonomi dan industri.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat Yondri Zulfadli mengatakan, keandalan pasokan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan energi, tetapi juga kesiapan seluruh peralatan pendukung.

“Keandalan listrik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh kesiapan dan kelayakan seluruh peralatan pendukungnya,” tegas Yondri.

Menurut dia, PLN terus menerapkan standar keselamatan dan pemeriksaan teknis secara konsisten untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Melalui pengujian dan penerapan standar keselamatan secara konsisten, PLN berupaya memastikan masyarakat memperoleh layanan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan,” katanya.

Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi penguatan komitmen PLN dalam membangun budaya keselamatan kerja, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat kolaborasi antarunit dalam menjaga infrastruktur ketenagalistrikan.

Yondri menegaskan, profesionalisme dan kolaborasi seluruh insan PLN menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung kebutuhan listrik dan pembangunan di Nusa Tenggara Barat. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama