![]() |
| Ruang tunggu Poli Haji RSUD H. Moh. Ruslan Mataram (Dok. Istimewa) |
Mataram, KilasNTB – RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi calon jemaah haji melalui fasilitas Poli Haji yang mengusung konsep one stop service. Layanan terpadu ini disiapkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, serta efisiensi bagi calon jemaah dalam memenuhi tahapan pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Melalui layanan tersebut, rumah sakit milik Pemerintah Kota Mataram ini menyediakan pemeriksaan kesehatan terpadu dengan alur pelayanan satu pintu. Calon jemaah juga dapat memanfaatkan paket pemeriksaan dengan harga terjangkau.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 41 calon jemaah haji telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di RSUD H. Moh. Ruslan. Meski jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 80 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, rumah sakit tetap berkomitmen mengoptimalkan fasilitas dan kualitas pelayanan yang telah disiapkan.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. H. Tris Cahyoso, M.A.R.S., mengatakan Poli Haji merupakan salah satu upaya rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses oleh calon jemaah.
“Pelayanan pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji melalui Poli Haji telah disiapkan dengan konsep one stop service. Kami berupaya memberikan pelayanan yang mudah, nyaman, dan efisien, dengan tetap memperhatikan standar pemeriksaan kesehatan yang berlaku,” kata Tris.
Menurutnya, konsep pelayanan satu pintu dirancang agar calon jemaah dapat menjalani seluruh tahapan pemeriksaan dalam satu alur pelayanan yang terintegrasi. Dengan demikian, proses pemeriksaan diharapkan lebih praktis tanpa harus berpindah-pindah mengikuti prosedur yang rumit.
Dari sisi fasilitas, RSUD H. Moh. Ruslan telah menyiapkan sarana pemeriksaan serta tenaga pelayanan untuk mendukung kebutuhan kesehatan calon jemaah haji.
Terkait jumlah kunjungan yang mengalami penurunan hingga 80 persen, Tris menyebutkan bahwa kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk mengetahui perkembangan pemanfaatan layanan Poli Haji.
“Untuk mengetahui penyebab penurunan jumlah pemeriksaan secara tepat, diperlukan evaluasi terhadap data kunjungan dan koordinasi dengan instansi terkait. Dengan demikian, langkah perbaikan yang dilakukan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujarnya.
Evaluasi tersebut mencakup penelusuran mekanisme penentuan fasilitas kesehatan bagi calon jemaah, alur administrasi, distribusi jemaah, hingga pilihan tempat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan.
Hingga kini, belum dapat dipastikan faktor utama yang menyebabkan penurunan jumlah pemeriksaan tersebut. Karena itu, koordinasi dengan instansi penyelenggara haji menjadi salah satu langkah penting untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif.
RSUD H. Moh. Ruslan berharap keberadaan Poli Haji dengan konsep pelayanan terpadu dapat menjadi salah satu pilihan fasilitas pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji di Kota Mataram.
Selain memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga medis, optimalisasi pelayanan juga menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung persiapan kesehatan calon jemaah sebelum menjalankan ibadah haji.
Melalui evaluasi dan penguatan koordinasi lintas instansi, rumah sakit berupaya memastikan fasilitas Poli Haji yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal, sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang mudah, nyaman, dan sesuai standar bagi calon jemaah. (Fd)
