![]() |
| Pelepasan keberangkatan jamaah umrahdi Pendopo Gubernur NTB (Dok. Diskominfotik NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — Raut haru dan bahagia tampak di wajah puluhan pekerja layanan publik saat Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal melepas keberangkatan mereka untuk menunaikan ibadah umrah. Sebanyak 33 orang dilepas secara resmi di Pendopo Gubernur NTB, Rabu, 21 Januari.
Para penerima hadiah umrah itu datang dari latar belakang yang kerap luput dari sorotan. Ada kader posyandu, polisi hutan, sopir, tukang kebun, hingga pramusaji. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari memastikan layanan publik tetap berjalan, meski perannya jarang terlihat.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal mengatakan program hadiah umrah ini lahir dari niat pribadi sejak awal menjabat. Ia ingin memberi penghargaan kepada mereka yang bekerja dalam diam, namun memiliki peran penting bagi masyarakat.
“Yang paling bahagia hari ini justru saya. Sejak awal saya bercita-cita bisa memberangkatkan 100 orang untuk umrah di tahun pertama, meski saat ini baru 33. Tapi saya yakin, yang memanggil Bapak-Ibu ke Tanah Suci bukan saya, melainkan Allah SWT,” ujarnya.
Iqbal menegaskan bahwa kontribusi para pekerja tersebut memiliki nilai yang sama pentingnya dengan profesi lain di pemerintahan. Mereka, kata dia, bukan pelengkap, melainkan bagian dari mesin utama pelayanan publik.
Di hadapan para jamaah, Gubernur juga menitipkan doa untuk masyarakat NTB, terutama mereka yang masih hidup dalam kemiskinan. Ia mengaku semakin memahami beratnya persoalan tersebut setelah turun langsung ke lapangan.
“Kemiskinan itu nyata dan berat. Saya titip doa agar masyarakat NTB bisa keluar dari kondisi itu, dan para pemimpinnya diberi kekuatan untuk mewujudkannya,” kata dia.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTB berencana melanjutkan program serupa sesuai kemampuan anggaran. Selain itu, program umrah juga disiapkan bagi aparatur sipil negara berprestasi melalui pembiayaan pemerintah daerah.
Sementara itu, Agus Talino, salah satu penerima hadiah umrah, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku kesempatan ini menjadi pengalaman yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
“Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan semua pihak. Semoga beliau dan keluarga selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk mewujudkan NTB yang makmur dan mendunia,” ujarnya.
Ke-33 jamaah dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 22 Januari, melalui Muhsinin Tour and Travel dengan pendampingan TGH M. Jamiluddin Syahid Al Yazidi. Bagi mereka, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga pengakuan atas kerja sunyi yang selama ini dijalani. (Fd)
