Cuaca Ekstrem di Mataram, Polisi Fokus Mitigasi dan Keselamatan Warga

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko (Dok. Polresta Mataram)

Mataram (Kilasntb.com) - Hujan lebat disertai angin kencang masih melanda Kota Mataram dan sekitarnya. Cuaca ekstrem itu memicu tumbangnya pohon, patahnya dahan, serta kerusakan rumah warga di sejumlah titik. Ancaman keselamatan menjadi perhatian utama aparat kepolisian.

Polresta Mataram meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Seluruh jajaran, dari tingkat Polresta hingga Polsek, disiagakan untuk merespons cepat setiap kejadian yang berisiko membahayakan masyarakat.

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko mengatakan cuaca ekstrem yang berlangsung beberapa hari terakhir menuntut langkah mitigasi yang lebih serius. Menurut dia, kepolisian tidak hanya bersiaga pascakejadian, tetapi juga berupaya mencegah dampak yang lebih luas.

“Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan bencana. Kami meningkatkan kesiapsiagaan untuk penanganan dan mitigasi, terutama yang menyangkut keselamatan warga,” kata Hendro, Rabu (21/01/2026).

Di lapangan, polisi melakukan pengamanan lokasi pohon tumbang, pengaturan lalu lintas, hingga membantu warga yang rumahnya terdampak. Beberapa ruas jalan sempat ditutup sementara demi menghindari risiko lanjutan, terutama saat angin masih bertiup kencang.

Hendro menegaskan, seluruh fungsi kepolisian diminta bersikap responsif terhadap laporan masyarakat. Kecepatan bertindak dinilai penting agar kejadian serupa tidak berujung pada korban jiwa.

“Personel harus siap setiap saat. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” ujarnya.

Selain langkah operasional, Polresta Mataram juga mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait di Kota Mataram dan Lombok Barat. Sinergi tersebut difokuskan pada pembersihan pohon rawan tumbang, penanganan dampak bencana, serta upaya pencegahan lanjutan.

Polisi turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Warga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.

Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Di tengah ancaman itu, peran kepolisian bergeser tak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana, menjaga agar cuaca buruk tak berubah menjadi tragedi. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama