Stok Beras NTB 154 Ribu Ton, TPID Pastikan Pasokan Pangan Aman hingga 2026

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung ke Gudang Bulog NTB di Dasan Cermen (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan ketersediaan pangan di daerah tersebut berada dalam kondisi aman menjelang Ramadan 1447 Hijriah hingga Idulfitri dan Iduladha 2026. Kepastian itu didasarkan pada data stok beras Bulog NTB yang saat ini mencapai sekitar 154 ribu ton.

Data tersebut diperoleh setelah Pelaksana Harian Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan langsung ke Gudang Bulog NTB di Dasan Cermen, Mataram, Rabu, 21 Januari 2026.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Stok beras Bulog saat ini sekitar 154 ribu ton beras medium. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga sepuluh bulan ke depan, bahkan bisa sampai satu tahun,” kata Faozal.

Ia menegaskan, ketersediaan stok yang melimpah tersebut menjadi modal penting pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya selama periode meningkatnya konsumsi menjelang Ramadan dan hari besar keagamaan.

Selain beras, TPID NTB juga memantau pasokan protein hewani dengan meninjau salah satu perusahaan peternakan ayam petelur dan pedaging di kawasan Bertais. Hasil pemantauan menunjukkan stok telur dan daging ayam menjelang Ramadan masih dalam kondisi terkendali.

Menurut Faozal, stabilitas pasokan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kelancaran distribusi dan sinergi antar pemangku kepentingan.

“Kita punya potensi besar untuk swasembada pakan ternak ayam karena bahan baku, terutama jagung, sangat melimpah. Pemerintah akan membantu distribusi pasar, khususnya telur yang masa simpannya relatif singkat, agar harga tetap stabil dan peternak terlindungi,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB berharap langkah antisipatif berbasis data tersebut mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan selama Ramadan hingga hari besar keagamaan sepanjang 2026. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama