![]() |
| Lokasi pencarian lansia di sungai Melau Lombok Tengah |
Lombok Tengah (Kilasntb.com) - Seorang lansia bernama Pawan, 69 tahun, warga Dusun Mapasan, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, diduga hanyut terseret arus Sungai Melau setelah meninggalkan rumah pada Selasa dini hari. Hingga Rabu, 21 Januari, Tim SAR Gabungan memperluas pencarian hampir 20 kilometer menyusuri aliran sungai.
Pawan dilaporkan keluar rumah sekitar pukul 05.00 WITA. Warga yang kemudian menyusuri sekitar sungai menemukan jejak kaki serta pakaian yang diduga milik korban di tepi Sungai Melau. Temuan itu menguatkan dugaan bahwa lansia tersebut terjatuh dan terseret arus sungai.
Informasi kejadian diterima Kantor SAR Mataram dari BPBD Lombok Tengah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Siaga SAR Mandalika dikerahkan ke lokasi pada Selasa siang. Bersama masyarakat dan unsur terkait, tim langsung melakukan pencarian awal meski hujan ringan masih mengguyur kawasan tersebut.
Memasuki hari kedua pencarian, Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Arya Made Kresna, mengatakan upaya pencarian diperluas secara signifikan. Penyisiran dilakukan sejak pagi hari mengikuti aliran Sungai Melau dengan rencana jarak sejauh 19,7 kilometer.
“Penyisiran kami lakukan menyeluruh di sepanjang aliran sungai karena kemungkinan korban terbawa arus cukup jauh,” kata Arya, Rabu (21/01/2026).
Operasi pencarian melibatkan puluhan personel gabungan dari Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, BPBD Lombok Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat. Kondisi arus sungai yang masih deras akibat curah hujan menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.
Bagi warga Dusun Mapasan, Sungai Melau yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kini berubah menjadi ruang kecemasan. Keluarga korban dan masyarakat setempat masih menunggu dengan harap-harap cemas, sementara tim SAR terus menyisir sungai demi menemukan lansia tersebut. (Red)
