![]() |
| Lokasi pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik (Dok. PLN) |
Begitu laporan masuk, PT PLN mengerahkan tim gabungan dari ULP Praya dan UP3 Selaparang menuju lokasi. Mereka bekerja sejak malam hari untuk mengamankan area, membersihkan material pohon tumbang, sekaligus memperbaiki jaringan distribusi yang terdampak.
Sebanyak 30 personel diterjunkan ke lapangan. Proses penanganan dilakukan bertahap dan penuh kehati-hatian. Aspek keselamatan menjadi perhatian utama, baik bagi petugas maupun warga sekitar. Area kerja diamankan sebelum pekerjaan teknis dimulai, dengan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, mengatakan kecepatan respons menjadi kunci dalam menjaga keandalan listrik di tengah situasi darurat. “Begitu menerima laporan, tim kami langsung bergerak cepat ke lokasi dengan prioritas utama pada aspek keselamatan dan keandalan sistem,” ujarnya.
Pekerjaan teknis berlangsung intensif sepanjang malam. Empat tiang listrik yang roboh ditangani satu per satu hingga jaringan kembali siap dioperasikan. Di tengah proses tersebut, PLN memastikan pasokan listrik pelanggan tetap aman dan tidak terjadi pemadaman.
“Alhamdulillah, proses penormalan jaringan kelistrikan berhasil diselesaikan sepenuhnya pada Selasa pagi, 21 Januari 2026, pukul 06.15 WITA, setelah seluruh tahapan pengecekan dan pengujian teknis dilakukan,” kata Sri Heny.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang turut mendukung selama proses perbaikan berlangsung. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas pengertian, doa, dan dukungan yang diberikan kepada PLN selama proses penanganan berlangsung. Dukungan masyarakat menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga keandalan listrik,” tutupnya. (Red)
