![]() |
| Pemeriksaan kesehatan gratis untuk keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Raba (Dok. Rutan Raba) |
Bima (Kilasntb.com) — Layanan kesehatan gratis yang dibuka Rutan Kelas IIB Raba bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) menandai perluasan makna layanan pemasyarakatan. Kebijakan Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak lagi berhenti di balik tembok rutan, tetapi mulai menyentuh kebutuhan dasar keluarga WBP.
Program ini dilaksanakan saat jam kunjungan, Kamis (22/1/2026), agar mudah diakses tanpa biaya dan tanpa prosedur tambahan. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta konsultasi kesehatan. Seluruh layanan diberikan oleh tenaga kesehatan Klinik Pratama Rutan Raba.
Bagi keluarga WBP, akses terhadap layanan kesehatan sering kali terbatas. Kunjungan ke rutan biasanya menyita waktu dan biaya, sehingga pemeriksaan kesehatan menjadi prioritas yang tertunda. Kehadiran layanan ini menjawab celah tersebut dengan pendekatan langsung dan praktis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya poin ke-13 tentang pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis dan bakti sosial bagi masyarakat di sekitar unit pelaksana teknis pemasyarakatan. Implementasinya diarahkan agar kebijakan hadir secara konkret dan mudah dirasakan.
Kepala Rutan Kelas IIB Raba, Tajudinur, menyatakan kebijakan tersebut menjadi pedoman dalam memperluas jangkauan pelayanan pemasyarakatan.
“Pemasyarakatan harus memberi manfaat nyata. Bukan hanya bagi warga binaan, tetapi juga keluarga mereka yang selama ini berada di luar fokus layanan,” kata dia.
Sebanyak 15 orang keluarga WBP memanfaatkan layanan ini. Pemeriksaan dilakukan secara bergilir, disertai penjelasan mengenai kondisi kesehatan serta langkah pencegahan penyakit tidak menular.
Tajudinur menegaskan, ke depan rutan akan terus mengintegrasikan program pembinaan dengan pelayanan sosial dasar.
“Kesehatan adalah pintu awal. Ketika keluarga WBP diperhatikan, proses pembinaan di dalam rutan juga akan berjalan lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujarnya. (Fd)
