Mataram (Kilasntb.com) — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Zainuddin Abdul Madjid mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem sepanjang pekan ini, 20–26 Januari 2026. Peringatan ini menyusul pengaruh Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di barat daya Teluk Carpentaria, Australia.
Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Satria Topan Primadi menjelaskan, bibit siklon ini memengaruhi pola angin dan suplai massa udara basah ke wilayah NTB, sehingga meningkatkan kelembapan dan labilitas atmosfer.
"Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga sangat lebat disertai kilat, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan NTB," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1).
BMKG mencatat tinggi gelombang berpotensi mencapai 1,25–2,5 meter di perairan utara Lombok hingga Sumbawa, dan 2,5–4 meter di perairan selatan. Selain itu, gangguan atmosfer lain seperti aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby ekuator, dan gelombang Kelvin turut memperkuat risiko cuaca ekstrem di wilayah ini.
Satria Topan menambahkan, masyarakat di wilayah rawan bencana, termasuk pesisir dan perbukitan, diharapkan selalu siaga terhadap potensi banjir, tanah longsor, puting beliung, dan pohon tumbang. "Pantau terus informasi resmi BMKG untuk langkah antisipasi yang tepat," ujarnya.
Koordinasi antisipatif telah dilakukan BMKG secara daring bersama BPBD, Basarnas, operator pelabuhan, dan pihak transportasi, guna memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di NTB.
BMKG menegaskan, kewaspadaan bersama serta koordinasi lintas sektor menjadi kunci keselamatan masyarakat di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi berlangsung hingga akhir pekan. (Fd)
