![]() |
| Kegiatan Community Awareness di Kantor Camat Batulayar (Dok. Polres Lombok Barat) |
Batu Layar (Kilasntb.com) — Kepolisian Resor Lombok Barat bersama Australian Federal Police (AFP) memperkuat kerja sama pengawasan wilayah pesisir di Lombok menyusul meningkatnya perhatian Australia terhadap praktik penyelundupan manusia melalui jalur laut Indonesia.
Dalam kegiatan Community Awareness di Kantor Camat Batulayar, Rabu, 13 Mei 2026, aparat kepolisian Indonesia dan AFP menyoroti posisi strategis Lombok yang dinilai rawan dimanfaatkan sindikat internasional sebagai titik transit menuju Australia.
Kabagbatanas SET NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Kombes Pol Fibri Karpiananto mengatakan garis pantai Lombok yang panjang menjadi tantangan serius dalam pengawasan perlintasan ilegal.
“Sebagai masyarakat pesisir, potensi wilayah ini menjadi jalur penyelundupan sangat besar. Dibutuhkan kerja sama kolektif untuk mencegah kejahatan lintas negara ini,” kata Fibri dalam forum tersebut.
Menurut dia, Lombok kerap dijadikan lokasi transit warga negara asing sebelum mencoba memasuki Australia secara ilegal menggunakan jalur laut. Karena itu, masyarakat diminta aktif melaporkan aktivitas mencurigakan, terutama yang melibatkan warga asing.
“Jika melihat aktivitas mencurigakan dari warga asing, segera laporkan ke Polsek atau Bhabinkamtibmas setempat,” ujar dia.
Perhatian Australia terhadap jalur penyelundupan manusia melalui Indonesia juga disampaikan langsung oleh perwakilan AFP, Chad Aston. Dalam paparannya, Aston menilai nelayan lokal menjadi kelompok paling rentan dimanfaatkan jaringan penyelundup manusia.
“Tujuan sosialisasi ini adalah mengampanyekan bahaya penyelundupan manusia di wilayah pesisir,” kata Chad Aston.
AFP mengungkap sejumlah kasus yang melibatkan nelayan Indonesia yang direkrut sindikat untuk mengangkut imigran ilegal menuju Australia. Menurut Aston, para pelaku lapangan sering dijanjikan uang besar tanpa memahami risiko pidana yang mengintai.
“Kami sudah menangani kasus di mana nelayan yang bekerja sama dengan penyelundup ditangkap oleh Polisi Australia dan dijatuhi hukuman hingga delapan tahun penjara,” ujarnya.
Selain ancaman hukum, AFP juga menilai arus migrasi ilegal berpotensi memicu persoalan keamanan lintas negara, termasuk penyebaran penyakit dan tindak kriminal lainnya.
Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap mengatakan pihaknya mulai memperkuat langkah pencegahan di kawasan pesisir melalui pendekatan masyarakat dan pengawasan terhadap warga negara asing.
“Adapun langkah-langkah kami di Polres Lombok Barat untuk mencegah aktivitas perdagangan manusia adalah dengan mengedepankan Satbinmas dan Bhabinkamtibmas guna melaksanakan sosialisasi intensif kepada masyarakat, pihak perhotelan, hingga penyedia jasa transportasi darat dan laut,” kata Yasmara.
Selain edukasi, kata dia, kepolisian juga meningkatkan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing di wilayah Lombok Barat guna mengantisipasi pelanggaran hukum maupun aktivitas ilegal lintas negara.
Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah daerah dan masyarakat pesisir Batulayar. AFP menyerahkan cinderamata kepada Polres Lombok Barat sebagai simbol penguatan kerja sama keamanan antara Indonesia dan Australia dalam penanganan penyelundupan manusia. (Red)
