NTB Perkuat Tambora Menuju UNESCO Global Geopark

Geopark Tambora Nusa Tenggara Barat (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat upaya menjadikan Geopark Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi pembangunan kawasan. Salah satu fokus utama dilakukan melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga penting ekosistem dan biodiversitas Tambora.

Komitmen itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan panelis UNESCO secara daring pada Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam presentasi tersebut, Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

Iqbal mengatakan NTB memiliki pengalaman dalam pengelolaan geopark melalui Rinjani UNESCO Global Geopark. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

“NTB tidak memulai dari nol karena sudah memiliki pengalaman dalam pengelolaan geopark berbasis konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Iqbal.

Ia menyebut Tambora sebagai “forgotten gem” yang menyimpan kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas, namun belum sepenuhnya dikenal dunia. Menurut dia, Tambora memiliki nilai historis penting karena letusan Gunung Tambora pada 1815 menjadi salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia.

Letusan tersebut tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memengaruhi iklim global hingga memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer.

“Ia bukan hanya tentang gunung api, tetapi bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

Iqbal menjelaskan kawasan Geopark Tambora mencakup wilayah budaya Bima, Dompu, dan Sumbawa. Kawasan itu juga berada di timur garis Wallace yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan sejumlah flora dan fauna endemik.

Pemerintah Provinsi NTB mencatat sedikitnya 275 spesies telah teridentifikasi di kawasan tersebut. Namun, sebagian di antaranya disebut berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan dan aktivitas ilegal.

Karena itu, kata Iqbal, konservasi menjadi aspek utama dalam pembangunan kawasan geopark. Upaya itu diperkuat melalui perlindungan Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus dan kawasan penting ekosistem laut di Pulau Sumbawa.

“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” kata dia.

General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari mengatakan Tambora memiliki nilai universal sebagai warisan geologi dunia. Menurut dia, jejak letusan Tambora 1815 masih dapat ditelusuri melalui bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan.

“Tambora adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” ujar Makdis.

Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di Indonesia timur. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama