![]() |
| Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyisir kawasan Car Free Day (CFD) Gerung, Lombok Barat (Dok. BBPOM Mataram) |
Gerung (Kilasntb.com) — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menyisir kawasan Car Free Day (CFD) Gerung, Lombok Barat, Minggu pagi, 24 Mei 2026. Hasilnya, seluruh sampel pangan yang diuji dinyatakan aman dari kandungan bahan berbahaya dan pewarna terlarang.
Pengawasan dilakukan di tengah ramainya aktivitas masyarakat dan pedagang kaki lima yang memadati area CFD. Petugas BBPOM mengambil 15 sampel makanan untuk diuji cepat menggunakan metode deteksi bahan berbahaya yang kerap ditemukan pada pangan jajanan, seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow.
“Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel negatif dari bahan berbahaya maupun pewarna yang dilarang. Artinya pangan yang dijual di CFD Gerung masih dalam kategori aman dikonsumsi,” kata Ketua Tim Kerja Kedeputian 2 Fungsi Pemeriksaan BBPOM di Mataram, Firman Rakhman, Minggu.
Menurut Firman, pengawasan di ruang publik seperti CFD menjadi perhatian serius karena tingginya perputaran produk pangan siap konsumsi dalam waktu singkat. Ia mengatakan, pengawasan tidak hanya menyasar makanan, tetapi juga potensi peredaran produk obat dan kosmetik ilegal.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman saat membeli pangan di ruang publik. Pengawasan ini juga bagian dari edukasi kepada pedagang agar menjaga mutu dan keamanan produk yang dijual,” ujarnya.
Selain melakukan sampling pangan, petugas memantau kemungkinan adanya penjualan kosmetik dan obat bahan alam tanpa izin edar. Namun selama pemeriksaan berlangsung, BBPOM tidak menemukan lapak penjualan produk tersebut di area CFD.
Firman menilai kesadaran pelaku usaha di Lombok Barat mulai membaik dibanding beberapa tahun sebelumnya. Meski begitu, ia mengingatkan pengawasan tidak boleh longgar karena pola peredaran pangan berisiko terus berubah.
“Produk berbahaya biasanya muncul pada momentum keramaian dan pasar dadakan. Karena itu pengawasan rutin tetap diperlukan,” katanya.
BBPOM juga kembali mengampanyekan prinsip “Cek KLIK” kepada masyarakat, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan, kosmetik, maupun obat tradisional.
Di tengah meningkatnya tren wisata kuliner dan aktivitas CFD di berbagai daerah, hasil pengawasan ini menjadi sinyal positif bahwa keamanan pangan di ruang publik mulai mendapat perhatian lebih serius. Namun BBPOM menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah masuknya produk pangan berbahaya ke tengah masyarakat. (Red)
