PSC 119 Mataram Libatkan Pelajar Jadi Agen Deteksi Dini Stroke Lewat Program BESTIE STROKE

PSC 119 MEMS (Mataram Emergency Medical Service) RSUD H. Moh Ruslan Mataram menggencarkan edukasi deteksi dini stroke kepada pelajar SMP dan SMA di Kota Mataram (Dok. Istimewa)

Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Kota Mataram melalui PSC 119 MEMS (Mataram Emergency Medical Service) RSUD H. Moh Ruslan Mataram menggencarkan edukasi deteksi dini stroke kepada pelajar SMP dan SMA lewat program BESTIE STROKE atau Bersama Siswa Tingkatkan Edukasi Stroke. 

Program yang berjalan sejak Juli 2025 itu menyasar siswa sebagai agen perubahan untuk mengenali gejala stroke dan mempercepat penanganan darurat di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dokter PSC 119 MEMS, dr. I Dewa Bagus Nyoman Ditya, mengatakan edukasi stroke kepada remaja dinilai penting karena banyak kasus stroke terlambat ditangani akibat minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal penyakit tersebut.

“Kami ingin siswa memahami tanda dan gejala stroke sejak dini, sehingga ketika menemukan kasus di rumah atau lingkungan sekitar, mereka bisa segera mengambil langkah cepat menggunakan metode ‘SeGeRa Ke RS’,” katanya, Senin 25 Mei 2026.

Menurut dia, program BESTIE STROKE tidak hanya berfokus pada penyampaian materi teori, tetapi juga melatih keterampilan praktis siswa dalam melakukan panggilan darurat melalui Emergency Button PSC 119 serta tindakan awal saat menghadapi pasien stroke.

PSC 119 bersama tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD H. Moh Ruslan Kota Mataram turun langsung ke sekolah-sekolah dengan melibatkan satu dokter umum dan dua perawat PSC dalam setiap kegiatan edukasi. 

"Tim menyasar 12 sekolah di Kota Mataram, terdiri dari enam SMP/MTs dan enam SMA/MAN," katanya.

Sekolah yang menjadi sasaran program antara lain SMPN 2 Mataram, SMPN 7 Mataram, SMPN 10 Mataram, SMPN 12 Mataram, SMPN 17 Mataram, serta MTsN 2 Mataram. Sementara tingkat SMA meliputi SMAN 1 Mataram, SMAN 2 Mataram, SMAN 4 Mataram, SMAN 5 Mataram, SMAN 7 Mataram, dan MAN 2 Mataram.

Pada pekan ini, tim BESTIE STROKE sudah dijadwalkan mengunjungi SMPN 17 Mataram pada 21 Mei 2026 dan SMPN 12 Mataram pada 22 Mei 2026. Sebelumnya, edukasi juga telah dilakukan di SMPN 2 Mataram.

Ia menegaskan, pelajar dipilih sebagai target utama karena memiliki peran strategis dalam menyebarkan informasi kesehatan di lingkungan keluarga. Menurut dia, siswa dapat menjadi penghubung informasi kepada kelompok rentan seperti orang tua dan lansia yang memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke.

“Harapannya, siswa bukan hanya memahami gejala stroke untuk dirinya sendiri, tetapi mampu menjadi penyampai informasi di rumah. Banyak kasus stroke terlambat ditangani karena keluarga tidak mengenali tanda awalnya,” ujarnya.

PSC 119 Mataram menilai peningkatan literasi kesehatan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kecacatan dan kematian akibat stroke. Melalui pendekatan edukasi berbasis sekolah, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap penanganan cepat stroke dapat meningkat secara lebih luas dan berkelanjutan. (Fd)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama