FORIKAN NTB Dilantik, Gubernur Iqbal Dorong Gerakan Wajib Makan Ikan Seminggu Sekali

Pelantikan Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) NTB periode 2026–2031 oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Mataram (Dok. Diskominfotik NTB)

Mataram (Kilasntb.com) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai memperkuat gerakan konsumsi ikan sebagai strategi jangka panjang membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat berbasis perikanan desa.

Langkah itu ditandai dengan pelantikan Ketua dan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) NTB periode 2026–2031 oleh Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, di Mataram, Selasa (12/5/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menegaskan, konsumsi ikan tidak lagi sekadar urusan pangan, tetapi menjadi investasi strategis untuk masa depan kesehatan masyarakat NTB.

Ia bahkan mendorong lahirnya gerakan konsumsi ikan minimal satu kali dalam seminggu di lingkungan keluarga hingga sekolah.

“Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi 15 tahun mendatang akan sangat besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat Indonesia,” kata Iqbal.

Menurut dia, NTB memiliki peluang besar mengembangkan budidaya perikanan air tawar maupun laut karena ditopang potensi desa yang luas. Karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan regulasi penguatan sektor pangan dan gizi masyarakat melalui Peraturan Gubernur yang ditargetkan terbit pada Juli 2026.

Dalam skema tersebut, kebutuhan pangan masyarakat nantinya akan dipasok melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), termasuk komoditas perikanan hasil budidaya masyarakat.

Iqbal menilai penguatan konsumsi ikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan produksi di tingkat desa dan kecamatan. Ia menekankan, ikan air tawar seperti nila, patin, dan lele tetap memiliki nilai gizi tinggi dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru masyarakat.

“Kesempatan kita memperluas budidaya perikanan sangat besar. Bersama FORIKAN kita bisa mendorong budidaya perikanan berkembang lebih luas,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada produksi, Pemprov NTB juga menyoroti pentingnya inovasi menu berbasis ikan agar lebih diminati anak-anak. Menurut Iqbal, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar ketersediaan ikan, melainkan bagaimana menghadirkan olahan sehat, murah, dan tetap menarik dikonsumsi keluarga.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah riset dan pengembangan menu yang sehat, bergizi, terjangkau, tetapi tetap disukai anak-anak,” katanya.

Sementara itu, Ketua FORIKAN NTB periode 2026–2031, Sinta Agathia, mengatakan pihaknya akan memperkuat edukasi konsumsi ikan di tengah masyarakat, terutama pada wilayah yang masih menghadapi persoalan gizi buruk.

Ia menyoroti ironi masih ditemukannya kasus kekurangan gizi di kawasan pesisir yang sejatinya dekat dengan sumber protein ikan.

Menurut Sinta, FORIKAN akan mendorong lebih banyak inovasi olahan ikan agar konsumsi ikan tidak lagi dianggap monoton, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Ada banyak inovasi menu berbasis ikan memiliki kandungan gizi baik. Inovasi seperti ini perlu kita dukung untuk membantu mengurangi masalah gizi sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Melalui penguatan gerakan gemar makan ikan, Pemprov NTB menargetkan terciptanya generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di tengah tantangan persoalan stunting dan kualitas gizi masyarakat. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama