![]() |
| Penanaman pohon di kawasan Pantai Induk, Gerung, Lombok Barat (Dok. PLN) |
Lombok Barat (Kilasntb.com) — Di tengah meningkatnya ancaman abrasi dan kerusakan kawasan pesisir di Nusa Tenggara Barat, PT PLN melalui PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menanam 2.500 pohon di kawasan Pantai Induk, Gerung, Lombok Barat, Senin, 11 Mei 2026.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 50 peserta dari unsur PLN, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan itu bukan sekadar seremoni penghijauan. Penanaman dilakukan di kawasan pesisir yang dinilai rentan terhadap degradasi lingkungan akibat abrasi dan tekanan aktivitas manusia.
Camat Gerung, Fitriati Wahyuni, mengatakan langkah PLN tersebut penting sebagai bentuk keterlibatan dunia usaha dalam menjaga kawasan pesisir yang selama ini menghadapi ancaman kerusakan lingkungan.
“Semoga apa yang telah dilakukan oleh PLN hari ini bisa dilakukan juga oleh pihak lain agar tercipta keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian alam secara berkelanjutan,” kata Fitriati.
Vice President K3L PLN Energi Primer Indonesia, Muhammad Aminuddin, menyebut penanaman pohon menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Menurut dia, upaya rehabilitasi lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
“Penanaman pohon ini bertujuan mendukung ekosistem pesisir dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Kawasan pesisir Lombok Barat dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan ekologis, mulai dari abrasi pantai hingga berkurangnya vegetasi penahan gelombang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu habitat biota pesisir sekaligus aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada wilayah pantai.
Kepala BLUD 1 Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah I Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Abdul Wahab, menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.
“Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi keberlangsungan lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir,” katanya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan perusahaan ingin menegaskan bahwa transisi energi dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak boleh berjalan dengan mengorbankan lingkungan.
“Kegiatan penanaman pohon ini menjadi bukti nyata bahwa PLN tidak hanya fokus pada penyediaan listrik yang andal bagi masyarakat, tetapi juga berkomitmen menjaga keseimbangan lingkungan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” ujar Sri Heny.
Ia berharap gerakan penghijauan di kawasan pesisir tidak berhenti pada agenda simbolik, melainkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan lingkungan di wilayah pesisir NTB. (Red)
