![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Mataram (Kilasntb.com) — RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mulai memacu langkah menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama (RSPU), status strategis yang tidak hanya menentukan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga kapasitas rumah sakit dalam mencetak dokter dan tenaga medis masa depan.
Upaya itu ditandai dengan pelaksanaan Bimbingan Teknis Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama yang digelar Sabtu, 30 Mei 2026, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Manajemen RSUD H. Moh. Ruslan itu menghadirkan tim pembimbing dari Kementerian Kesehatan, perwakilan ARSPI dan AIPKI, Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar, serta rumah sakit jejaring dari NTB dan Bali.
Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. Ni Ketut Eka Nurhayati, mengatakan transformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama bukan sekadar mengejar sertifikat akreditasi. Menurut dia, perubahan itu diarahkan untuk membangun sistem pendidikan klinis yang mampu berjalan beriringan dengan peningkatan mutu layanan kesehatan masyarakat.
“Rumah sakit pendidikan tidak cukup hanya memiliki fasilitas dan dokter spesialis. Yang dibangun adalah ekosistem pendidikan klinis yang berkualitas dan berkelanjutan,” kata Eka Nurhayati dalam sambutannya.
Status Rumah Sakit Pendidikan Utama sendiri menjadi salah satu jenjang tertinggi dalam sistem rumah sakit pendidikan di Indonesia. Rumah sakit dengan status tersebut menjadi pusat pendidikan klinik utama bagi mahasiswa kedokteran, dokter muda, hingga peserta pendidikan dokter spesialis.
Ketua Tim Bimbingan Teknis Akreditasi RSPU Kementerian Kesehatan, dr. Else Mutiara Sihotang, menilai RSUD H. Moh. Ruslan menunjukkan kesiapan serius dalam proses menuju akreditasi. Menurut dia, sinergi antara rumah sakit dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam pemenuhan standar nasional rumah sakit pendidikan.
“Kami melihat komitmen yang kuat dari RSUD H. Moh. Ruslan untuk berkembang menjadi pusat pendidikan klinis yang berkualitas,” ujar Else.
Dalam sesi bimbingan teknis, tim pendamping melakukan telaah dokumen dan identifikasi terhadap berbagai elemen penilaian akreditasi. Pembahasan mencakup kesiapan layanan, tata kelola pendidikan klinik, sumber daya manusia, hingga penguatan jejaring pendidikan kesehatan.
Langkah RSUD H. Moh. Ruslan menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama dinilai strategis bagi NTB. Selama ini, keterbatasan rumah sakit pendidikan utama di kawasan timur Indonesia masih menjadi tantangan dalam pemerataan pendidikan dokter dan layanan kesehatan rujukan.
Jika berhasil meraih status tersebut, RSUD H. Moh. Ruslan tidak hanya memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan regional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di Nusa Tenggara Barat. (Red)
