![]() |
| (Dok. Kilas NTB) |
Bima (Kilasntb.com) — Rencana pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa mulai memasuki tahap penentuan lokasi. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan dua bidang lahan hibah di Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, sebagai kandidat utama kawasan pendidikan berasrama tersebut.
Namun, di balik ambisi menghadirkan akses pendidikan bagi keluarga miskin, pemerintah masih menghadapi sejumlah persoalan mendasar, mulai dari akses jalan, alur sungai, hingga jaringan listrik di kawasan calon pembangunan.
Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan lahan untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Menurut dia, dua lokasi yang sedang dikaji memiliki luas sekitar 13 hektare dan 18 hektare.
“Tanah ini dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi NTB untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bima. Saat ini masih dilakukan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang paling tepat,” kata Iqbal usai mendampingi Menteri Pekerjaan Umum meninjau lokasi pembangunan, Jumat, 30 Mei 2026.
Iqbal menyebut keberadaan lahan yang luas menjadi syarat utama karena konsep Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan ruang belajar, tetapi juga kawasan pendidikan terpadu berbasis asrama.
Menurut dia, proyek tersebut menjadi investasi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah timur NTB.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang turun langsung meninjau lokasi menilai kawasan Desa Pandai cukup potensial untuk dikembangkan. Kendati demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah hambatan teknis yang harus dibereskan sebelum pembangunan dimulai.
“Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. Saat ini kami sedang melihat lokasi yang paling siap untuk mendukung pembangunan,” ujar Dody.
Ia menegaskan pemerintah belum dapat memulai pembangunan sebelum seluruh aspek penunjang dipastikan memadai. Persoalan akses menuju lokasi disebut menjadi salah satu tantangan utama.
“Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Karena itu seluruh aspek teknis harus dipastikan terlebih dahulu agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” katanya.
Selain akses jalan, pemerintah juga masih melakukan penyesuaian terhadap alur sungai, jaringan listrik, serta fasilitas lain di sekitar kawasan pembangunan.
Program Sekolah Rakyat merupakan model pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pemerintah pusat menargetkan sekolah tersebut menjadi instrumen pemerataan pendidikan sekaligus penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Hingga kini, Desa Pandai tetap menjadi lokasi prioritas pembangunan Sekolah Rakyat pertama di Pulau Sumbawa. Pemerintah pusat dan Pemprov NTB masih melanjutkan kajian kelayakan untuk memastikan lahan yang dipilih benar-benar siap menopang operasional sekolah dalam jangka panjang.
