![]() |
| (Sumber. Lapas Lombok Barat) |
Lombok Barat, Kilas NTB – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lombok Barat melatih 28 warga binaan dalam keterampilan menjahit sebagai upaya meningkatkan kompetensi kerja sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian.
Pelatihan yang bekerja sama dengan PT Segara Mitra Utama itu dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan menjahit yang sesuai kebutuhan industri konveksi. Materi pelatihan mencakup pengenalan dan pengoperasian mesin jahit hingga teknik produksi yang diterapkan di sektor garmen.
Instruktur PT Segara Mitra Utama, Kusnadi, mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada penguasaan dasar keterampilan, tetapi juga menargetkan peserta memiliki kemampuan yang dapat langsung diterapkan setelah bebas.
“Peserta kami dorong untuk benar-benar menguasai keterampilan menjahit. Harapannya, mereka memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di industri konveksi atau mengembangkan usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat,” kata Kusnadi saat memberikan pelatihan, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut dia, metode pelatihan disusun mengacu pada kebutuhan dunia usaha sehingga peserta terbiasa dengan standar kerja yang berlaku di industri.
Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli, menilai pelatihan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Program tersebut diharapkan mampu memberikan bekal nyata yang dapat digunakan untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah menjalani masa pidana.
“Pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan keterampilan. Kami ingin warga binaan memiliki kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk bekerja maupun berwirausaha ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.
Fadli mengatakan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Selain meningkatkan kualitas pembinaan, kerja sama tersebut juga membuka peluang pengembangan kegiatan produktif di lingkungan lapas.
Pelatihan menjahit itu akan memasuki tahap praktik produksi dalam waktu dekat setelah seluruh peralatan dan mesin pendukung selesai dipersiapkan. Melalui program tersebut, Lapas Lombok Barat berharap para peserta dapat memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi dan mendukung proses reintegrasi sosial setelah bebas.
