PLN Siapkan BPBL 2026, Bidik Perluasan Akses Listrik bagi Warga Miskin di NTB

(Sumber. PLN)

Mataram, Kilas NTB – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) mulai memanaskan mesin pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2026. Program yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) itu ditujukan untuk membuka akses listrik bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini belum menikmati sambungan listrik secara mandiri.

Sebagai langkah awal, PLN UIW NTB mengikuti sosialisasi nasional bersama Kantor Pusat PLN yang melibatkan 22 mitra kerja. Sosialisasi tersebut menjadi forum penyamaan persepsi mengenai standar pekerjaan, keselamatan ketenagalistrikan, hingga target penyelesaian program yang akan menyasar ribuan rumah tangga penerima manfaat.

Tak berhenti pada tahap koordinasi, PLN NTB juga menggelar apel gelar pasukan dan pemeriksaan peralatan operasional. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh personel, kendaraan, serta perlengkapan kerja siap diterjunkan ke lapangan saat program mulai berjalan.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan kesiapan sumber daya manusia dan dukungan mitra kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.

“Program BPBL merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui PLN dalam menghadirkan akses energi yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata Sri Heny Purwanti dalam keterangannya, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut dia, pengalaman pelaksanaan BPBL pada tahun sebelumnya menjadi modal berharga untuk menyukseskan program tahun depan. Sepanjang 2025, PLN UIW NTB berhasil merealisasikan penyambungan listrik bagi 12.300 pelanggan penerima bantuan yang tersebar di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat.

Capaian tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses listrik yang legal dan aman. Bagi sebagian warga berpenghasilan rendah, biaya pemasangan listrik baru masih menjadi hambatan untuk memperoleh layanan kelistrikan secara mandiri.

Sri Heny menegaskan, keberhasilan BPBL bukan sekadar menambah jumlah pelanggan listrik. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi rumah tangga dan memperluas kesempatan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan kesiapan personel, dukungan 22 mitra kerja, serta pengalaman keberhasilan penyambungan 12.300 pelanggan pada tahun 2025, kami optimistis pelaksanaan BPBL Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, listrik memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan, mendukung aktivitas usaha kecil, hingga meningkatkan kualitas layanan sosial di wilayah pedesaan.

“Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan. Listrik menjadi fondasi produktivitas ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan percepatan pemerataan pembangunan di daerah,” kata Sri Heny.

Pemerintah menempatkan BPBL sebagai salah satu instrumen penting untuk memperkuat rasio elektrifikasi nasional sekaligus mengurangi ketimpangan akses energi. Di wilayah NTB yang masih memiliki sejumlah kantong masyarakat berpenghasilan rendah, program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.

Dengan persiapan yang mulai dimatangkan sejak pertengahan tahun ini, PLN menargetkan pelaksanaan BPBL 2026 dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama